SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pertanian (Distan) Banten terus melakukan berbagai upaya dan program guna mendukung para petani dalam mewujudkan kedaulatan pangan di wilayah Provinsi Banten ini.
Salah satu upayanya yakni melalui program bantuan alat pertanian alias Alsintan berupa 210 unit hand traktor. Bantuan itu diberikan kepada ratusan kelompok tani di Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang, Kota Serang, dan Tangerang Selatan.
Bantuan itu diberikan langsung oleh Pj Gubernur Banten Al Muktabar yang didampingi oleh Kepala Distan Banten Agus M Tauchid dan Sekretaris Komisi II DPRD Banten Oong Syahroni secara simbolis kepada kelompok tani di UPTD Pengujian Pakan dan Pembibitan Ternal (P3T) Distan Banten, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Senin 24 Juli 2023.
Kepala Distan Banten Agus M Tauchid mengatakan, pembangunan pertanian untuk kedaulatan pangan sendiri telah menjadi prioritas utama Pemerintah. Kedaulatan pangan dikatakan berhasil jika memenuhi beberapa parameter yakni terpenuhinya kebutuhan pangan hasil produksi dalam negeri, kebijakan pangan dapat diatur secara mandiri, petani sebagai pelaku utama usaha pertanian terlindungi dan kesejahteraannya terjamin.
“Sebagai upaya untuk mewujudkan kedaulatan pangan berbagai program kegiatan pembangunan pertanian diarahkan untuk peningkatan produksi beberapa komoditas pertanian yang didukung dengan keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap masyarakat petani. Salah satunya dengan pemberian bantuan Alsintan ini,” kata Agus M Tauchid.
Ia mengatakan, pengelolaan alsintan diharapkan dapat melibatkan kaum muda untuk ikut serta bekerja di bidang pertanian sekaligus untuk mengurangi permasalahan ketersediaan tenaga kerja. Distan pada tahun anggaran 2023 ini menyediakan alsintan pratanam guna mempercepat pengelolaan tanah berupa 210 hand traktor dengan total anggaran mencapai Rp4.496.520.000.
Selain itu, Distan juga memberikan bantuan berupa 10 unit Cultivator Rp174.570.000. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok tani untuk mengelola alat mesin pertanian dalam percepatan pengolahan lahan pertanian.
“Setiap kelompok tani ini masing-masing nya menggarap 25 hektare sawah, dengan produksi 5,2 ton padi dalam satu kali panen. Dan kita berharap dengan bantuan hand traktor ini bisa meningkatkan produktifitas para petani hingga menghasilkan 6 ton padi dalam satu kali panen,” jelasnya.
Kadistan menyebut, bahwa program ini merupakan program tahunan yang diinisiasi Distan Banten dalam upaya mendukung para petani di Banten.
“Terimakasih dukungan dari Komisi II selaku mitra kerja, bahwasanya program yang sudah masuk pada Pergub ini dianggarkan melalui rekening belanja persediaan kelompok tani. Semoga kedepan kita bisa lebih maksimal lagi dalam memberikan dukungan guna terwujudnya kedaulatan pangan,” ungkapnya.
Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar mengatakan, ke depan Pemprov tidak hanya akan memberikan bantuan alat tani, namun juga memberikan bantuan lainnya seperti pupuk, bibit dan juga peningkatan sarana infratruktur didaerah pertanian untuk mempermudahkan mobilitas para petani dalam membawa hasil tani ke pasar.
“Petani itu adalah pahlawan kita yang masih ada sampai saat ini, bayangkan jika tidak ada petani dari mana kita dapatkan beras untuk konsumsi. Tentunya hal itu akan menjadi bencana krisis pangan. Maka untuk itu, Pemprov akan terus berikhtiar dalam mendukung para petani dalam berbagai hal termasuk peningkatan sarana infrastruktur seperti jalan tol Serang-Panimbang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











