SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Mengadu kebersihan lingkungan dan berbagai inovasi saling ditonjolkan warga Kota Serang saat penilaian Lomba Kampung Resik lan Aman (LKRA) 2023.
Pada hari ke-5 LKRA, warga Kelurahan Sumur Pecung, Kota Serang ternyata memiliki ciri khas sendiri dalam menata lingkungannya agar terlihat rapi.
Tentu saja kerapian dan kebersihan lingkungan yang dijaga tersebut sebagai bentuk keseriusan mereka dalam mengikuti Lomba Kampung Resik lan Aman.
Seperti yang dilakukan oleh warga RT 01 RW 02, Lingkungan Muncung, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang. Warga sangat antusias saat menyambut kedatangan dari tim juri penilaian LKRA yang terdiri dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Serang Ade Jumaiah, Dewan Redaksi Radar Banten M Widodo, dan Kaur Bin Ops Polresta Serang Kota, Ipda Pardiyono
Widodo.
Warga yang terdiri dari ibu-ibu Lingkungan Muncung menyambut kedatangan tim juri penilaian LKRA dengan Qosidah. Ketua RT 01 RW 02, Lingkungan Muncung, Kelurahan Sumur Pecung, Juhariah mengatakan, warganya sangat antusias menyambut tim juri penilaian LKRA karena ingin mendapatkan juara.
“Kami sangat antusiasi sekali. Kami sudah persiapkan ini sejak lama. Lingkungan bersih dan aman,” ujarnya, Jumat, 28 Juli 2023.
Ia mengatakan, selain lingkungan bersih dan aman, warganya juga memiliki karya kerajinan tangan seperti pembuatas tas rajut.
“Di sini ada ibu-ibu juga membuat tas rajut, buat dijual lagi sama mereka,” katanya.
Menjaga kebersihan lingkungan ternyata tidak memandang usia. Seperti halnya yang dilakukan oleh warga Lingkungan Bhayangkara, RT 002 RW 008, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang.
Meski hanya 24 KK saja, Lingkungan Bhayangkara ini terlihat rapi dan bersih saat tim juri penilaian Lomba Kampung Resik lan Aman (LKRA) 2023 menilai.
Ketua RT 002 Lingkungan Bhayangkara Joko Tri Subudiono mengatakan, warganya selalu melakukan gotong royong rutin setiap satu bulan satu kali.
“Di sini gotong royong satu bulan satu kali. Lingkungannya sudah bersih juga kan ada bantuan dari pemerintah segala,” ujarnya.
Ia mengatakan, meski mayoritas warga di Lingkungan Bhayangkara sudah berusia matang, namun untuk tidak ada halangan untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Di sini hanya ada 24 KK, banyak yang sudah umur matang. Pemuda juga ada tapi pada bekerja semua,” katanya.
Sementara tim juri penilaian LKRA, sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Serang Ade Jumaiah mengatakan, dari penilaian pihaknya ada beberapa catatan khusus yang saat ini belum dilakukan oleh warga.
“Tadi kebersihan sudah bagus di Kelurahan Sumur Pecung ini. Mereka juga antusias menyambut kita, hanya saja ada beberapa catatan penting yang seharusnya bisa menambah nilai agar bisa meraih juara LKRA,” tuturnya.
Ia mengatakan, masih kurangnya penataan lingkungan yang rapi seperti bunga-bunga di setiap sudut jalan kurang maksimal.
“Bunga-bunga di setiap pinggir jalan juga masih sedikit. Padahal itu sebagai penataan lingkungan biar rapih, dan juga sebagai lingkungan hijau,” katanya.
Selain itu, warga juga belum sadar akan pengelolaan sampah yang baik dan dapat menguntungkan mereka, seperti pembuatan bank sampah.
“Padahal bank sampah ini inovasi yang bagus dan tidak mengeluarkan modal. Mereka juga bisa menabung dan menukarkannya sebagai penghasilan mereka nantinya,” ujarnya.
Terakhir, dirinya berpesan agar warga tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan dapat menikmati lingkungan yang bersih
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi











