SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Kampung Kaserangan, Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, mengeluhkan kondisi Kali Ciujung Lama atau Kali Mati di lingkungan mereka.
S3bab, kali tersebut mengalami penyempitan dan pendangkalan. Ketika musim hujan tiba, kawasan tersebut sering kali dilanda banjir lantaran kondisi kali yang tak dapat menampung debit air.
Kali Ciujung Lama yang sangat memperihatinkan. Sebagian besar alirannya, di bagian kiri ataupun kanan, telah berganti menjadi daratan dan ditumbuhi oleh ilalang.
Warga Kaserangan, Hafid mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung sangat lama sehingga membuat kawasan tersebut selalu diterjang banjir ketika musim hujan.
“Langganan banjir disini mah, pokoknya kalau musim hujan pasti bakalan banjir,” katanya saat ditemui di sekitar kali Ciujung lama, Jumat, 4 Agustus 2023.
Ia mengatakan, dampak banjir yang dirasakan sangat merepotkan dan parah. Bahkan air yang masuk ke pemukiman warga hingga setinggi 50 cm hingga 1 meter.
“Yang paling parah biasanya disebelah sana di dekat kantor desa. Masuk ke rumah-rumah warga,” jelasnya.
Ia pun berharap agar segera dilakukan normalisasi terhadap kali yang berada di lingkungannya sehingga membuat warga yang tinggal di aral tersebut nyaman dan tidak was-was ketika masuk musim hujan.
“Harapan saya bisa segera dinormalisasi karena dengan itu bisa mengatasi banjir di daerah saya. Karena banjir sudah menjadi rutinitas setiap tahun,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kaserangan, Nurdin mengatakan, beberapa tahun lalu sempat dilakukan normalisasi terhadap kondisi Kali Ciujung Lama. Namun, normalisasi itu tidak sampai ke wilayah Desa Kaserangan.
“Dulu ada normalisasi sekitar 2018 cuman baru dua kilometer dimulai dari Desa Singaraja sampai Pontang jadi belum sampai sini,” jelasnya.
Ia menegaskan jika normalisasi harus segera dilakukan di wilayah Kaserangan. Hal itu selain untuk mengantisipasi banjir, juga agar memastikan persawahan yang ada di wilayahnya dapat teraliri oleh air sungai.
“Karena sungai ini sangat penting untuk warga sekitar, terlebih untuk pengairan sawah warga. Bahkan kalau musim hujan petani was-was soalnya air sering membanjiri pesawahan dan berpotensi gagal panen,” jelasnya.
Ia mengatakan, ada sebanyak enam Desa yang terdampak banjir yang diakibatkan luapan Kali Ciujung Lama yang dangkal. Untuk itu, penting dilakukan normalisasi lantaran dapat mengangkat perekonomian warga.
“Belum sampai saat ini belum dapat informasi mengenai kapan akan ada normalisasi. Kalau dilakukan normalisasi bisa mengangkat potensi-potensi yang ada baik wisata air ataupun nelayan bisa sampai kesini dengan perahunya,” jelasnya.
Kalaupun memang nantinya belum ada program untuk normalisasi kali di Desa Kaserangan, pihaknya berharap agar BBWSC3 dapat memberikan pinjaman alat berat dan mobil pengangkut tanah guna dapat dilakukan pengerukan.
“Kami berharap ya bisa dipinjami lagi alat berat. Selain itu juga dipinjami mobil pengangkut tanah agar area sungai ciujung lama dapat benar-benar bersih,” tegasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono










