SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gerakan tanam kopi (Gertak) merupakan gerakan bersama pemanfaatan lahan kopi di Gunung Karang Pandeglang.
Gertak diselenggarakan atas kerjasama Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Banten bersama Koperasi Kopi yang didedikasikan untuk masyarakat sekitar Gunung Karang yang selama ini telah mendapat pendampingan dari DPD Aski Banten.
Menurut Arief Rachman selaku Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten bahwa pendampingan ini dalam rangka berjuang untuk pemberdayaan lahan kopi yang telah ada sejak ratusan tahun.
“Keunikan alam dan kondisi alam yang terjaga, menjadikan Alam Hutan dipenuhi pohon kopi dengan varietas tua,” katanya seperti rilis yang diterima Radar Banten, Senin 7 Agustus 2023.
Menurut dia, keunikan cara tumbuh pohonnya yang tumbuh di sela batu di Gunung Karang bahkan ada yang menembus batu yang begitu keras.
Program Gertak dilaksanakan pada 29 sampai 30 Juli 2023. Gerakan Tanam Kopi (Gertak) ini diinisiasi oleh Koperasi Kopi didukung oleh DPD Aski Banten, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Dinas Pertanian dan Peternakan Banten, Kementerian Koperasi dan UKM RI dan Universitas Mercu Buana dan Para Petani Kopi Lawang Taji Gunung Karang Pandeglang.
Hadir dalam acara itu Ketua Aski Banten Sri Linda, Ketua Koperasi Kopi Sigit, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Arief Rachman didampingi oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Gustiawan dan Kabid Pemberdayaan Pengembangan UKM Aan Mulyana. Dari Kemenkop UKM RI diwakili oleh Khaerul Bariyah Kepala Bidang Tata Kelola Koperasi.
Arief Rachman berharap dengan adanya koperasi pada komunitas petani kopi maka diharapkan petani kopi mempunyai lembaga bisnis milik petani.
Pada bagian lain, Sigit Ketua Koperasi Kopi mengatakan bahwa Koperasi Kopi sendiri beranggotakan bukan hanya petani kopi tetapi juga para pengusaha pengolah kopi mulai pengolah biji sampai bubuk kopi siap saji.
” Anggota Koperasi Kopi juga terdiri dari para pengusaha cafe, kedai kopi, restoran, dan pengusaha produsen mesin roasting dan mesin Barista, ” katanya
Sri Linda Ketua Aski Banten menyatakan ternyata jenis kopi juga banyak varietasnya. Dan kopi yang berumur ratusan tahun hanya ada di Gunung Karang.
“Kita harus bangga bahwa kopi Banten menjadi juara kopi Se Indonesia,” katanya.
Penulis/Editor: Ahmad Lutfi











