Sofwan meminta agar para penghuni kamar kos yang jarang berinteraksi dengan masyarakat agar mendapatkan perhatian. Sebab, berdasarkan dari kasus yang terungkap, mereka jarang terlibat kegiatan masyarakat. “Mereka jarang terlibat kegiatan positif baik keagamaan dan kegiatan kebersamaan masyarakat lainnya,” ungkap Sofwan.
Sofwan berharap, dengan adanya peresmian Kampung Bebas Narkoba di Cijawa Gede dan penandatanganan nota kesepahaman terkait Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sinergi semua pihak dapat terjalin dengan baik.
Dampak dari sinergi tersebut, jumlah kasus peredaran gelap narkoba mengalami penurunan yang signifikan. “Kami juga mohon disurvei dan dianalisis oleh Radar Banten apakah kegiatan kami ini telah berjalan baik atau belum,” kata perwira menengah Polri tersebut.
Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin mengaku siap mendukung program Polresta Serang Kota yang ingin menciptakan kampung bebas dari narkoba. Program tersebut kata dia sama dengan program yang telah dibuat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
“Pemkot Serang sudah pasti mendukung Pak Kapolresta (dalam mewujudkan kampung bebas narkoba-red), mewujudkan kampung bebas dari narkoba ini bukan hanya program BNN, Polri dan TNI tapi juga pemerintah daerah. Perlu saya sampaikan, Pemkot Serang ada program Kampung Resik Lan Aman,” kata Syafrudin.
Lomba Kampung Resik Lan Aman tersebut dijelaskan Syafrudin salah satu penilaiannya adalah terbebas dari narkoba. Perlombaan tersebut telah berjalan dan diikuti enam RT di setiap kelurahan. “Salah satu penilaiannya adalah bebas dari narkoba di samping keamanan, ketertiban dan kebersihan. Satu kelurahan ada enam RT yang diperlombakan,” ungkap Syafrudin.
Syafrudin menegaskan, semua pihak harus terlibat dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. Narkoba kata dia harus dilawan sampai kapan pun. “Narkoba harus dilawan sampai kapan pun, karena ini penyelamatan terhadap generasi muda kita. Generasi muda kalau sudah dicampuri narkoba akan hancur,” kata Syafrudin.
Terkait dengan pengedar narkoba yang banyak tinggal di kamar kos di Kelurahan Cipare, Syafrudin meminta kepada ketua RW untuk memberikan perhatian dan kontrol. Jangan sampai ada pendatang yang tidak didata dan diperhatikan latarbelakangnya. “Pak RW Cijawa Gede maupun RW Kebon Jahe harus kontrol,” tutur Syafrudin (*)
Reporter: Fahmi
Editor: Agung S Pambudi











