SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Serang akan mendatangkan dua mesin pengolahan sampah.
Pertama, mesin incinerator dengan kapasitas 20 ton per hari. Kedua, mesin refus derived fuel (RDF) yang mampu mengolah sampah menjadi bahan bakar pengganti batu bara.
Mesin RDF yang akan didatangkan oleh Pemkab Serang memiliki kapasitas 15 ton per hari, dinilai dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Serang.
Asda III Pemkab Serang Ida Nuraida mengatakan, dari alat pengolahan sampah RDF akan memproduksi briket yang dapat dijual ke PT Indonesia Power dengan harga yang cukup tinggi.
“Dari sampah kita olah menjadi briket, nanti dijual ke PT Indonesia Power dan mereka mau menerima itu. Harga jual briketnya cukup mahal, dan akan menjadi PAD kita, soalnya Kota Cilegon sudah melakukan itu,” katanya saat ditemui di Aula TB Suwandi, Rabu 9 Agustus 2023.
Ida mengatakan, kuota yang dibutuhkan oleh Indonesia Power untuk memenuhi kebutuhan hariannya saat ini belum terpenuhi oleh Kota Cilegon. Pasalnya, dari 1.000 ton yang dibutuhkan, baru 100 ton briket yang mampu dipenuhi oleh Pemkot Cilegon.
Hal tersebut dinilai menjadi peluang bagus bagi Pemkab Serang dan kabupaten lainnya untuk dapat meningkatkan PAD dengan memproduksi briket dari sampah-sampah yang ada di lingkungan.
“Sekarang alat tersebut sedang pengadaan barangnya, alat ini harus berfungsi dengan baik sesuai dengan kondisi daerah kita. Kita mau beli dua alat, untuk wilayah mana yang mau dipasang alatnya nanti kita koordinasi terlebih dahulu,” ujarnya.
Untuk itu, penting bagi pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat memilah sampah sejak dari hulu. Hal tersebut agar nantinya tidak menyebabkan permasalahan terhadap alat-alat yang didatangkan.
Ida mengatakan, secanggih apapun alat yang dimiliki Pemkab Serang, jika kesadaran masyarakatnya masih belum meningkat, dipastikan tidak akan menyelesaikan permasalahan sampah di Kabupaten Serang.
“Contohnya, kayu yang dibuang itu blandongan tidak dipotong-potong dulu itu akan mempengaruhi kerja mesin. Kemudian, secanggih apapun kita punya alat kalau budaya buang sampah sembarangan dan tidak memilah sampah organik dan non organik akan memperlambat kinerja alat juga. Seharusnya berbarengan, ada alat canggih dan kesadaran akan membuang sampah meningkat insyaallah bersih se Kabupaten Serang,” tuturnya.
Sementara itu, mengenai soal penanganan sampah sebelum tiba mesin tersebut, pihaknya masih akan bekerja sama dengan Pemkot Cilegon. Pemkot Cilegon sudah memiliki alat incinerator yang dapat bekerja sampai nol sampah.
Ida mengaku, Pemkab Serang tidak akan bekerja sama dengan kabupaten kota lainnya mengenai pembuangan sampah karena bakal menguras anggaran besar.
“Cukup dengan Pemkot Cilegon saja, karena mereka mau menampung berapa pun jumlah sampah yang kita miliki. Kalau kita kerja sama ke yang lain, pasti akan mengeluarkan anggaran yang cukup banyak,” ucapnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi











