SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Belakangan ini publik sedang ramai dengan pembahasan terkait fenomena El Nino yang berdampak pada kekeringan.
El Nino menyebabkan curah hujan dipastikan akan tidak terlalu tinggi, bahkan bisa jadi tidak turun hujan.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Serang, El Nino terjadi karena arah angin menuju Samudera Pasifik bagian timur sehingga berdampak pada penguapan air laut yang rendah.
“Kondisi atau suhu air laut menjadi cenderung lebih dingin. Jadi, penguapannya berkurang, sehingga potensi terbentuknya awan-awan hujan menjadi rendah di wilayah Indonesia, dan terjadinya fenomena El Nino,” ujarnya, Kamis 10 Agustus 2023.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Klas I Serang Tatang Rusmana mengatakan, meski pada kondisi kemarau, hujan di beberapa wilayah disebut masih tetap turun.
Akan tetapi, jumlahnya atau curah hujannya tidak terlalu tinggi, bahkan cenderung rendah.
“Potensi curah hujan masih ada, tapi sangat rendah. Per dasariannya kisaran dari nol sampai 50 mililiter, itu sangat rendah,” katanya.
Tatang menjelaskan, dampak dari fenomena El Nino di Provinsi Banten, akan berdampak pada kondisi kelembapan udara yang rendah dan mengakibatkan kekeringan.
“Sehingga, dapat dipastikan potensi kekeringan, dan ini harus menjadi perhatian juga dari masyarakat untuk berhemat dalam menggunakan air,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor : Aas Arbi











