SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Serang mengalami kenaikan cukup signifikan. Salah satunya di Pasar Baros, Desa Sukamanah, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.
Mereka mengeluhkan harga beras yang selalu naik sejak dua minggu terakhir. Kondisi tersebut membuat omzet para pedagang menurun hingga 50 persen.
Pantauan di lokasi, terpantau kondisi lapak-lapak pedagang terlihat sepi. Hanya ada satu dua orang yang datang untuk membeli beras. Ada juga pembeli yang tidak jadi membeli beras karena harga yang cukup tinggi.
Salah seorang pedagang beras, Kiki, mengatakan, kenaikan harga beras telah terjadi sejak akhir bulan Juni 2023. Bahkan kenaikan saat ini sudah mencapai RP1.500 hingga Rp2.000 per kilogram.
“Kenaikan terjadi sejak akhir bulan kemarin sampai saat ini terjadi pada semua jenis beras mulai dari medium hingga premium. Biasanya harga jual Rp11 ribu per kilogram tapi sekarang Rp12.500,” katanya saat ditemui di lapaknya, Senin, 14 Agustus 2023.
Ia mengatakan, kenaikan terjadi lantaran harga beli mereka dari pabrik mengalami kenaikan. Untuk itu, agar tidak merugi pihaknya juga ikut menaikkan harga jual.
“Untuk barang langka Pak, biasanya belanja dari Serang Ciruas, Pontang, Beberan. Kita pake beras lokal Karena beras impor kan sudah tidak ada,” katanya.
Ia menduga kelangkaan yang terjadi sendiri diakibatkan para petani yang tidak lagi ingin menjual ke pengusaha penggilingan padi yang ada di wilayahnya, melainkan memilih untuk menjual ke perusahaan.
“Lalu salah satu kendala adanya PT Wilmar. Jadi pabrik-pabrik kecil ngikut harga Wilmar karena harga dari petani mahal, kebanyakan petani sekarang lari ke Wilmar,” jelasnya.
Akibat dari kenaikan harga tersebut, omzet dari para pedagang menurun hingga 50 persen. Ia pun berharap agar harga dapat kembali stabil sehingga perekonomian masyarakat kembali normal.
“Biasanya satu hari bisa keluar 1 ton beras tapi sekarang pengen laku 5 kuwintal aja susah. Harapannya ada penurunan biar kita bisa jual apalagi kan masyarakat kecil kasian juga,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi











