PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengamat Politik Eka Supriatna mengatakan badan ad hoc merupakan salah satu posisi penting dalam suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2024. Namun posisi badan ad hoc paling rawan kena suap dari peserta Pemilu 2024.
Badan ad hoc, adalah anggota dan sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), anggota dan sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN).
Menurut Eka, Badan ad hoc menjadi posisi rawan kena suap dari peserta Pemilu 2024. Dari orang – orang yang memiliki kepentingan.
“Tentunya kita semua sudah bersepakat agar hajatan lima tahunan ini bisa berjalan jurdil ( jujur dan adil). Namun ketika ada kecurigaan akan terjadi ketidaknetralan dari sebagian penyelenggara Pemilu merupakan sesuatu yang wajar dan rasional,” katanya, Kamis, 17 Agustus 2023.
Kekhawatiran itu tentunya tidak terlepas dari kejadian-kejadian pelanggaran kode etik Pemilu. Hal ini bisa dimaklumi ketika penyelenggara mendapat pesanan dari pihak pihak tertentu.
“Baik itu misal oknum caleg, cabup ataupun pihak yang mengaku tim sukses. Untuk mengatisipasi fenomena ini tentunya peran Bawaslu dan tim independen lain harus bekerja ekstra agar praktek ketidakobjektifan nanti tidak terjadi,” katanya.
Penguasa juga tentunya tidak boleh melakukan tekanan secara struktur dan masif kepada penyelenggara Pemilu. Biarkan mereka melakukan tupoksinya sesuai regulasi yang ada.
“Hal ini penting guna meminimalisir iklim kondusifitas selama dan pasca Pemilu berlangsung. Untuk itu mari kepada semua komponen kita kawal dengan baik prosesi pesta demokrasi ini agar belangsung secara demokratis dan jurdil,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Merwanda











