CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Yeti, warga Lingkungan Cipaot, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, terbebas dari dolbon atau modol di kebon alias buang air besar di kebun.
Kini, Yeti dan anaknya tidak lagi harus lari ke kebun atau numpang ke jamban orang lain saat ingin buang air besar.
Ibu dua anak itu merasa senang mendapatkan bantuan jamban dari dana CSR. Meski tidak usul, namun ia direkomendasikan oleh RT setempat menjadi penerima bantuan jamban.
Sebelum punya jamban sendiri, Yeti mengaku kesulitan setiap ingin buar air besar.
“Sangat dibutuhkan, susah buang airnya, enggak ada tempat. Kadang ke orang tua, kadang ke kebon, seadanya aja,” ujarnya, Selasa, 22 Agustus 2023.
Yeti, suami, dan anaknya yang masih duduk kelas IV SD dan berusia tiga tahun tak jarang harus mencari areal perkebunan sepi demi bisa buang air besar.
Yeti mengaku, selama ini belum punya jamban karena persoalan biaya. Rumah Yeti sendiri belum sepenuhnya rampung.
Bahkan, Yeti disebut menjadi salah satu yang diusulkan untuk bisa menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Ketua RT 01 RW 02, Samsuri menjelaskan, selain Yeti ada satu keluarga lain yang menerima bantuan jamban tersebut.
“Sebenernya masih ada sementara ini. Mudah-mudahan yang lainnya menyusul,” ujarnya.
Persoalan warga yang tidak memiliki jamban di Kelurahan Bulakan tidak hanya terjadi di RT 01, tapi juga di RT dan RW lainnya.
Ketua RT 04 RW 2, Mastubi menuturkan, ada lima keluarga yang bebas dari dolbon setelah mendapatkan bantuan jamban.
Dengan bantuan itu, tidak ada lagi masyarakat di RT 04 yang masih harus mencari kebun saat akan buang air besar.
“Kayaknya sekarang enggak ada (yang dolbon), ada juga masih bisa nebeng ke orang tua karena rumahnya nempel dengan orang tuanya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 02, Haerudin menjelaskan, dari CSR ada 13 jamban yang dibangun.
Menurutnya, masih banyak keluarga yang belum memiliki jamban.
“Harapan dari RW kalau ada program lagi bisa mendapatkan bantuan. Saya juga meminta ke RT untuk menyurvei lagi masih ada gak warga yang belum punya jamban,” ujarnya. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Agus Priwandono











