SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pertarungan perolehan suara di daerah pemilihan (Dapil) Banten III yang meliputi Tanggerang Raya akan berlangsung panas dengan adanya beberapa tokoh ‘Raksasa’. Dapil ini pun disebut sebagai dapil ‘Neraka’ dengan keberadaan para tokoh raksasa itu.
Para tokoh itu meliputi dua mantan gubernur, walikota, ketua partai dan para petahana yang kini masih duduk di kursi DPR RI periode 2019-2024.
Dua mantan Gubernur Banten itu yakni Rano Karno dari PDIP dan Wahidin Halim dari Partai NasDem. Selain itu ada mantan Walikota Tanggerang Selatan Airin Rachmi Diany dan Ketua Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.
Peneliti Banten Institute for Governance Studies (BIGS) sekaligus Pengamat Kebijakan Publik dan Politik Harits Hijrah Wicaksana memandang, hasil dari Pileg 2024 di dapil Banten III itu nantinya akan sangat mempengaruhi pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten.
Diketahui baik Rano Karno, Wahidin Halim, maupun Airin Rachmi Diany saat ini tengah digemborkan akan maju sebagai Calon Gubernur Banten 2024-2029. Pemenang di dapil Banten III ini pun disebut akan mendapatkan golden ticket di Pilgub Banten ini.
“Dapil I bukan penentu, yang jadi penentu ialah Dapil Banten III di Tanggerang Raya ini karena jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) paling banyak ada di dapil ini,” kata Harits kepada Radar Banten, Kamis 24 Agustus 2023.
Setiap calon memiliki potensi pemengannya masing-masing, seperti Wahidin Halim yang baru-baru ini berikan mandat untuk menahkodai DPW NasDem Banten. Hak tersebut akan menjadikan Wahidin lebih leluasa melakukan manuver politik.
Terlebih dukungan dari Ketua Partai NasDem Surya Paloh yang bisa semakin difokuskan untuk mendukung Mantan Gubernur Banten ini untuk maju kembali pada Pilgub Banten 2024.
“Nah ini kan dia dapat langkah strategis, dia bisa mendapatkan kinerja politik yang bagus sehingga dapat menang lagi di Tangerang. Nah artinya kan Surya Paloh bisa satu kaki memberikan dukungan, tinggal mencari pasangan saja,” kata Harits.
Ia pun membahas hasil Pilgub Banten di 2017 lalu, yang mana pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syariep kalah dari rivalnya Wahidin Halim-Andhika Hazrumy. Pasangan Wahidin-Andika unggul dengan meraih 2.411.213 suara atau 50,95 persen, sedangkan Rano Karno-Embay 2.321.323 atau 49,05 persen.
“Kita melihat pada Pilgub Banten 2017, di mana sebenarnya para Rano itu menang secara distrik wilayah, 5 daerah dikuasai. Tapi kalah telak di satu daerah yaitu di kota Tangerang dan cuman dua wilayah di Kabupaten Serang menang tipis. Nah akhirnya kita bisa membaca kemenangan Pilgub pun semua suara tetap berasal dari daerah Tangerang, baik kota Tangerang, Tangerang Selatan, maupun kabupaten Tangerang,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Abdul Rozak











