SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi II DPRD Banten mendorong kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk mengoptimalkan program asuransi terhadap lahan pertanian di Banten.
Ketua Komisi II DPRD Banten, Iip Makmur mengatakan, asuransi pertanian dipandang perlu khususnya dalam menghadapi dampak dari fenomena el nino yang telah menyebabkan kekeringan berkepanjangan hingga kekurangan air bersih dibeberapa daerah di Banten.
“Menghadapi dampak el nino yang salah satunya memang dirasakan di sektor pertanian yang pertama kita meminta agar sosialisasi ke masyarakat tentang penghematan penggunaan air,” kata Iip Makmur kepada Radar Banten, 25 Agustus 2023.
“Kemudian yang kedua optimalisasi asuransi ya, asuransi pertanian artinya masyarakat yang terkena puso atau gagal panen dampak el nino ini bisa mendapatkan asuransi. Mudah-mudahan ini tidak begitu banyak kerugiannya,” sambungnya.
Iip mengatakan, di wilayah Banten Selatan khususnya Kabupaten Lebak pihaknya terus mendapatkan laporan dampak dari el nino ini. Sedikitnya terdapat 81 hektare sawah di Banten yang mengalami kekeringan dan terancam puso.
“Dampak el nino ini memang sudah terdeteksi, laporannya sudah masuk ke kita juga termasuk ke dinas pertanian. Kemarin di rapat kooridinasi juga sudah disampaikan, namun masih ada sekitar 81 hektare sawah yang belum tertangani oleh Pemprov,” ujar Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
Lebih jauhnya, pria yang digadang-gadang akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Lebak ini berharap kepada Pemprov Banten untuk segera melakukan harmonisasi anggaran di anggaran perubahan APBD Banten tahun 2023 dalam rangka penanganan dampak el nino.
“Mudah-mudahan Pemprov segera melakukan harmonisasi anggaran dalam rangka mengantisipasi el nino, salah satunya dengan menyediakan mesin pompa air kemudian juga mungkin sumur pantek dan lain-lainnya,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Komisi II DPRD Banten, Oong Syahroni. Ia menyebut bahwa Komisi II DPRD Banten mendorong kepada Pemprov Banten untuk memberikan perhatian khusus kepada sektor pertanian yang sangat terdampak dari fenomena el nino ini.
Menurutnya, sedikitnya alokasi APBD kepada sektor pertanian telah menjadi suatu hambatan yang sangat dirasakan oleh para petani yang jadi garda terdepan menjaga ketahanan pangan di negeri ini.
“Kita Komisi II sedang berusaha dan berjuang agar di anggaran perubahan ini masih ada kesempatan kita untuk mengalokasikan anggaran karena sebagian wilayah masih punya potensi diselamatkan. Kita ingin Pemprov bisa mengalokasiknnya untuk memberikan Alkon dan pompa bagi para petani terdampak el nino,” pungkas politisi Gerindra yang juga digadang-gadang akan berduet dengan Iip Makmur di Pilkada Lebak 2024.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Aditya











