SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Fenomena El Nino telah membawa dampak pada sejumlah daerah termasuk Provinsi Banten.
Di Banten, dampak El Nino itu meluas hingga membuat 28 Kecamatan di Banten mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Nana Suryana. Nana mengatakan, daerah yang paling terdampak El Nino itu berada di Kabupaten Lebak.
“Paling parah itu di Kabupaten Lebak, hampir semua Kecamatan mengalami kekeringan dampak El Nino itu,” kata Nana kepada wartawan, Selasa, 29 Agustus 2023.
Ia merinci, dari 28 Kecamatan di Lebak, 27 di antaranya mengalami kekeringan.
Sementara di Kabupaten Pandeglang, terdapat 10 Kecamatan, di Kabupaten Serang ada 10 Kecamatan, di Kabupaten Tangerang ada lima Kecamatan, di Kota Serang ada tiga Kecamatan, dan di Kota Cilegon ada tiga Kecamatan yang mengalami kekeringan.
“Di Lebak ada 200 Desa yang mengalami kekeringan hingga kekurangan air bersih,” ujarnya.
Bahkan, krisis air yang telah dialami warga Lebak membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Lebak menetapkan status darurat bencana.
Katanya, warga yang mengalami krisis air bersih merupakan mereka yang setiap harinya mengandalkan air dari sumur dan pompa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sedangkan, untuk wilayah perkotaan seperti Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan tidak mengalami kekeringan, sebab mayoritas warg menggunakan air yang disediakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Penetapan status sudah dilakukan per Agustus sampai September,” ujarnya.
Nana pun mengaku bahwa pihaknya saat ini masih memantau perkembangan dari dampak El Nino ini. Pihaknya akan menetapkan status serupa jika fenomena El Nino ini sudah membawa dampak dahsyat ke berbagai sektor kehidupan manusia.
“Sementara untuk Provinsi Banten hingga saaat ini masih berstatus siaga darurat bencana belum berstatus darurat bencana. Status darurat bencana masih menunggu situasi luasnya area yang terdampak,” ungkapnya.
Pria yang menjabat sebagai Plt Diskominfo Banten ini menyebut jika ada dua atau lebih daerah yang berstatus darurat bencana, barulah tingkat Provinsi Banten akan juga menetapkan sebagai Provinsi berstatus darurat bencana.
“Atau walaupun hanya satu daerah yang sudah menetapkan status namun kalau dampak kekeringan meluas ke daerah-daerah lainnya barulah ditetapkan status darurat bencana,” ujarnya.
Untuk mengatasi dampak El Nino itu, Nana mengatakan, BNPB sudah melakukan modifikasi cuaca dengan menggunakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) telah dilakukan sepanjang 24-27 Agustus 2023 lalu.
Ada dua daerah yang menjadi lokasi hujan buatan, yaitu Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang Selatan.
“Hujan buatan tidak bisa diajukan kembali ke BNPB karena potensi awan hujan sudah tidak ada,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf P
Editor: Agus Priwandono











