PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang mencatat, seluas 784 hektare lahan sawah mengalami kekeringan karena dilanda fenomena El Nino atau kemarau panjang.
Lahan sawah seluas 784 hektare itu telah ditanami padi dan terancam puso atau gagal panen jika dalam beberapa pekan ke depan tidak terairi atau tidak ada hujan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Nuridawati mengatakan, lahan sawah di Kabupaten Pandeglang yang terkena dampak kekeringan ada di sembilan Kecamatan.
“Kesembilan Kecamatan itu di antaranya Kecamatan Bojong, Panimbang, Cigeulis, Sobang, Carita, Cikeusik. Lalu, Kecamatan Sindangresmi, Sukaremi, dan Kecamatan Menes,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 29 Agustus 2023.
Berdasarkan laporan telah diterima Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, luas lahan sawah terkena dampak kekeringan seluas 784 hektare.
Dari total luas lahan itu, 781 hektar le di antaranya mengalami kekeringan ringan dan tiga hektare mengalami kekeringan sedang.
“Antisipasi dan tindak lanjut El Nino, Dinas Pertanian sudah mengusulkan bantuan Alsin berupa pompa air, sumur pantek, dan selang,” katanya.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan disebut juga terus memantau laporan dari bawah terkait dengan El Nino.
Instansi ini juga telah menyosialisasikan perubahan teknis budi daya tanam padi lahan kering.
“Dengan perubahan varietas tanah kekeringan (inpago 5, inpago 8 inpago 10, Inpari 10, Laya, rindang 1, agritan, dan varietas lokal sejenis). Untuk pola tanam hemat air, optimalisasi pemanfaatan lahan spesifik (rawa) dan penggantian komoditas,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











