TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID -Imam Masykur, pemuda Aceh yang tewas ditangan 3 oknum TNI sudah lama dicurigai warga menjual obat ilegal.
Sejak awal kehadirannya membuka kios menjual kosmetik, Imam Masykur sudah lama menjadi pergunjingan warga yang curiga Imam menjual obat ilegal, meski belum pasti kebenarannya.
Menurut Syarif, Ketua RT Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangsel, warga pernah melaporkan kepadanya dugaan Imam menjual obat ilegal. “Warga mengadu ke saya kelihatannya kosmetik itu cuma kamuflase, ini mau diselidiki dulu kata warga, kata saya silakan,” ujar Syarif.
Menurut Syarif, pihak kepolisian bahkan pernah mendatangi toko Imam guna memastikan laporan warga tersebut. “Ceritanya saya gak tau persis nih, dari warga sendiri yang cerita, tapi pernah didatangi polisi sebelum kejadian. Yang punya kontrakan saya panggil,” ujarnya.
Imam Masykur, pemuda asal Kabupaten Bireuen, Aceh tewas ditangan anggota Paspampres dan dua rekannya sesama TNI. Imam diculik dan dianiaya hingga tewas setelah uang tebusan yang diminta kepada keluarga tidak dipenuhi.
Cerita perjalanan hidup Imam hingga berakhir meregang nyawa di perantauan diawali saat ia merantau ke Jakarta pada tahun 2022 lalu. Di Jakarta Imam kemudian berjualan kosmetik. Dari hasil usahanya itu, Imam kemudian berhasil mengembangkan usahanya dan mampu menyewa kios sendiri di Kota Tangsel, tepatnya di Rempoa, Ciputat Timur, Tangsel.
Berikut kronologi kasus tewasnya Imam Masykur dirangkum dari berbagai sumber:
- Pada Sabtu, 12 Agustus 2023 sore hari, Imam diculik oleh para pelaku di kios kosmetiknya di Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangsel. Di tengah kerumunan warga, Imam diseret dari kiosnya lalu dibawa kedalam mobil oleh para pelaku.
- Usai diculik, Imam sempat menelepon ibunya, Fauziah meminta uang Rp 50 juta. Imam mengatakan diculik dan dibawa disuatu tempat. Uang tersebut untuk diserahkan ke oknum anggota Paspampres dan rekan-rekannya yang menculik Imam.
- Pelaku sempat mengirim video penganiayaan Imam dan memaksa keluarga memberikan uang tebusan Rp 50 juta. Setelah sambungan telepon terakhir, keluarga tidak bisa lagi menghubungi Imam.
- Kerabat korban, Said Sulaiman membuat laporan ke Polda Metro Jaya dengan laporan orang hilang Laporan Polisi STTLP/B/4776/VIII/2023/SPKT Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dilakukan pada Senin, 14 Agustus 2023.
- Imam ditemukan tewas di Sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat pada Jumat 18 Agustus 2023.
Reporter: Syaiful Adha.










