LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi, mengklaim anak penderita stunting di Kabupaten Lebak menurun. Prevalansi stunting di Lebak turun dari 8.000 menjadi 4.000 anak.
“Kami (Pemkab Lebak) terus berupaya agar angka stunting bisa terus turun. Bahkan, zero stunting,” kata Ade Sumardi yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, Kamis, 31 Agustus 2023.
Ade menerangkan, penurunan angka stunting itu tidak lepas dari banyaknya program prioritas daerah untuk mempercepat penurunan stunting. Pemkab Lebak terus meningkatkan kapasitas para pelaksana di lapangan, mulai dari pembinaan kader pembangunan manusia, evaluasi pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Kami terus melakukan pendampingan terhadap keluarga, pelatihan tematik pekarangan lestari, pengawasan keamanan pangan, peningkatan posyandu dan Kampung KB responsif stunting, bimbingan perkawinan terpadu, dan juga penguatan peran duta genre pada pencegahan stunting dari hulu,” katanya.
Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab stunting pada anak. Bisa disebabkan karena pernikahan dini dan orang tua yang memiliki penyakit kronis. Karenanya, penanganannya juga harus dari hulu.
“Tentunya, semuanya harus bergerak, memberikan pemahaman kepada masyarakat karena butuh peran semua pihak. Tim pendamping keluarga kita aktifkan, Forum Genre kita ada termasuk media kalau mau jadi Bapak Asuh Stunting juga boleh untuk memberikan edukasi pemahaman kepada masyarakat,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Triatno Supiyono mengatakan, untuk menekan angka stunting di Kabupaten Lebak, diperlukan kesadaran semua pihak, tidak hanya oleh satu Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tapi dilakukan keroyokan oleh semua OPD.
“Stunting tidak hanya berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan fisik anak yang disebabkan kurang gizi kronis, namun ditengarai berpengaruh kepada tidak maksimalnya perkembangan otak anak hingga mempengaruhi kemampuan belajar dan mental. Karenanya, penanganannya tidak bisa diurus oleh salah satu OPD saja, harus dikeroyok bareng-bareng. OPD-OPD terkait harus bersama sama. Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” katanya. (*)
Reporter: nurabidin
Editor: Agus Priwandono











