CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Selama tahun 2023, ribuan kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) terjadi di Kota Cilegon.
Berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, kasus ISPA Pneoumonia terjadi sebanyak 2.207 kasus, sedangkan ISPA Bukan Pneoumonia sebanyak 5.029 kasus.
Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Cilegon Febri Naldo menjelaskan, kasus itu tersebar di delapan kecamatan di Kota Cilegon.
Disinggung kaitan kasus itu dengan polusi udara, Febri mengaku belum bisa memastikan.
Menurutnya persoalan pencemaran udara berada pada wilayah Dinas Lingkungan Hidup, sehingga ia belum bisa memastikan apakah tingginya kasus ISPA itu akibat polusi udara.
Namun, lanjut Febri, secara medis, ISPA disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus.
“Berkaitan dengan juga kemarau panjang. Efek kemarau panjang salah satunya ISPA, kalau kemarau panjang otomatis debu banyak, dan debu itu lah yang bisa menjadi faktor pencetus ISPA,” papar Febri.
Menurut Febri, Dinkes secara aktif melakukan sosialisi kepada masyarakat, salah satunya melalui Puskesmas.
Bahkan berkaitan dengan fenomena El Nino yang membuat kemarau panjang, Dinkes telah melayangkan surat edaran ke Puskesmas. (*)
Reporter Bayu Mulyana
Editor : Merwanda











