SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat ada 34 desa di delapan kecamatan yang sudah mengajukan permohonan untuk air bersih.
Berdasarkan data yang diterima oleh RADARBANTEN.CO.ID, delapan kecamatan itu adalah Kecamatan Tanara, Ciomas, Pontang, Tirtayasa, Petir, Cikande, Carenang dan Kibin. Di Kecamatan Ciomas ada enam desa, Kecamatan Petir ada lima desa, Kecamatan Carenang ada tiga desa, Kecamatan Tanara, Pontang, Tirtayasa, Cikande, masing-masing dua desa. Terakhir, Kecamatan Kibin ada satu desa.
Kabid Penanganan Darurat pada BPBD Kabupaten Serang Ade Ivan Munasyah mengatakan, dampak kekeringan semakin meluas, bukan hanya di Serang bagian utara saja, tetapi beberapa kecamatan di bagian timur dan barat.
“Data yang masuk ke kami berdasarkan surat permohonan ada sebanyak 34 desa yang tersebar di delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Serang,” katanya, Kamis, 7 September 2023.
Saat ini, pihaknya telah melakukan asesmen ke delapan kecamatan yang mengajukan permohonan air bersih. Hasilnya, Desa Sukamanah adalah desa yang kekeringannya terparah.
“Yang sudah kita asesmen lima kecamatan delapan desa dua puluh kampung. Yang paling parah di Desa Sukamanah itu dampak kekeringannya sudah masuk ke kebutuhan primer dan sekundernya. Jadi selain untuk konsumsi juga untuk kebutuhan persawahan dan lainnya sudah sulit,” jelasnya.
Dalam menanggulangi dampak kekeringan di wilayah, pihaknya menggaet serta lembaga-lembaga lain, seperti PMI dan juga NGO untuk ikut membantu masyarakat yang saat ini membutuhkan akses air bersih.
“Untuk distribusi air bersih dilakukan di lima kecamatan, 43 desa sebanyak 110 titik pengiriman dengan jumlah 550 ribu liter air bersih,” jelasnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih lantaran kondisi kemarau berdasarkan perkiraan BMKG masih akan berlangsung hingga 60 hari ke depan.
“Bahwa prediksi awal 60 hari ke depan minim untuk potensi hujan, untuk itu masyarakat agar bisa menghemat penggunaan air bersih yang masih ada. Kemudian masyarakat diimbau agar bisa menjaga lingkungannya karena rawan terjadinya kebakaran,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, selain memetakan lokasi-lokasi yang mengalami kekeringan, pihaknya tengah memetakan potensi-potensi sumber air di Kabupaten Serang.
“Sementara kami melakukan koordinasi terkait data sumber-sumber air yang masih bisa dimanfaatkan dan digunakan untuk menangani kekeringan dan krisis air bersih ini,” jelasnya.
Pihaknya juga rutin berkoordinasi dengan pihak pengelola Bendungan Pamarayan terkait kondisi debit air yang ada di sana. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor : Merwanda











