LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Fenomena El Nino yang saat ini terjadi saat ini, mengakibatkan 408 hektare lahan sawah milik warga Kabupaten Lebak kekeringan. Dampak tersebut mengancam ratusan hektare sawah gagal panen di beberapa kecamatan.
Untuk diketahui menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) fenomena El Nino akan terus terjadi hingga Januari 2024 mendatang. Puncak El Nino berdasarkan prediksi BMKG terjadi pada bulan September 2023.
“Data terakhir kami peroleh, sekitar 408 hektare, persawahan di Lebak mengalami kekeringan. Ada yang rusak ringan, berat dan sedang,” kata Rahmat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, kepada Radar Banten, Jumat 15 September 2023.
Beberapa lahan sawah yang ada di Kecamatan Cibadak, Warunggunung, Maja, dan Cihara merupakan wilayah yang terdampak kekeringan cukup parah. Dalam mengatasi hal tersebut Dinas Pertanian Kabupaten Lebak sedang melakukan upaya memberikan bantuan pompa air kepada petani.
Bantuan pompa air diharapkan mampu membantu petani menarik air dari sungai untuk mengaliri lahan sawah agar tidak kekeringan selama fenomena El Nino masih berlangsung.
Dijelaskan Rahmat, pihaknya saat ini melalui pendamping pertanian di 28 kecamatan sudah melakukan sosialisasi dan memberikan surat edaran terkait adanya El Nino.
“Mitigasi kami sebelum El Nino datang pun, antisipasinya kita memberikan surat edaran kepada kecamatan dan petani dalam mengatasi fenomena El Nino ini,” ujarnya.
Diharapkan Rahmat, untuk petani dan masyarakat tetap bisa mengatasi keadaan yang saat ini dengan metode tanam dan varietas padi lain.
“Agar bisa mencocokkan masa tanam dan mengganti padi dengan yang tahan panas, tentunya agar petani tetap bisa menjadikan lahan sawahnya tetap produktif,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya fenomena El Nino sudah berlangsung dari bulan Juni hingga September 2023 saat ini, dampak El Nino mengakibatkan 20 kecamatan dan 48 desa di Lebak mengalami krisis air bersih.
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya











