Sementaea untuk air minum, Hasan menilai masih relatif aman. Terlebih didaerah sekitar komplek atau perumahan yang ada di Kota Serang.
“Saya juga kemarin lusa keliling di Taman Banten Lestari dan Banten Indah Permai nanya air alhamdulillah aman. Apa lagi sekarang di beberapa komplek itu pada pake artesis, atau mesin airnya sudah pada pakai sibel. Relatif aman untuk air minum di daerah perumahan,” tuturnya.
“Namun yang paling susah kan air untuk persawahan di Kecamatan Kasemen itu kan,” tambahnya.
Sementara, menurut data dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang hingga saat, ini pihaknya menerima laporan ada sebanyak 115 hektare sawah yang mengalami kekeringan, hingga puso.
Dari 115 hektare tersebut, terbagi dalam beberapa kategori seperti kekeringan ringan, sedang, berat dan puso.
“Untuk yang ringan 78 hektare, sedang 8 hektare, berat 11 hektare, dan puso 18 hektare. Ini laporan sebagai besar dari data yang kami himpun ini sawah tadah hujan,” ujarnya Kepala Bidang Pertanian DKP3 Kota Serang Andriyani, 29 Agustus 2023.
Sedangkan untuk sawah yang mengalami Puso itu berada di Kecamatan Kasemen, sebanyak 18 hektare.
“Puso 18 hektare itu ada di Bendung 15 hektare sebagai sawah tadah hujan, kemudian Kilasah 1 hektare, dan Sawah Luhur 2 hektare,” katanya.
Pihaknya juga telah menyiapkan berbagai strategi hingga bantuan. Termasuk pada persawahan yang masih mengalami kekeringan kategori ringan.
“Untuk kategori ringan itu terhamabat tapi air masih ada. Masih bisa melanjutkan ke fase berikutnya, kategori sedang juga sama. Tapi kalau untuk kategori berat ini harus segera ditangani,” ucapnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Abdul Rozak











