LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bekerja sama dengan Puskesmas Cisimeut menyelenggarakan program pengabdian masyarakat dengan menggelar aksi cegah stunting untuk masyarakat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni dari tanggal 14-15 September 2023.
Aksi cegah stunting dari FKUI dengan sasaran remaja, wanita usia subur, ibu hamil, dan ibu balita di Desa Kanekes Baduy. Kegiatan tersebut dinamai “MADU MANIS” (Mama Baduy bersama Meniadakan Stunting) dan “CEMARA ANGIN” (Cegah Anemia pada Remaja dan Calon Pengantin).
Ketua Program Studi S2 Ilmu Gizi, Dian Novita Chandra mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat saat di lapangan ini, sudah sesuai dengan yang sudah direncanakan.
“Hal baru yang kami dapatkan ternyata masyarakat ini sudah terpapar teknologi informasi termasuk beberapa aplikasi digital video-video pendek. Jadi untuk rencana tindak lanjut kami ingin meluaskan wilayah pelaksanaan pengmas ke dusun-dusun lain di Desa Kanekes,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 20 September 2023.
Ia mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk mencegah kerentanan Stunting pada masyarakat Baduy khususnya ibu hamil dan calon pengantin.
“Kerentanan anak stunting untuk mengalami infeksi lebih besar dibandingkan dengan anak yang tumbuh sehat sesuai dengan usianya. Berbagai laporan tentang stunting pada anak di desa Baduy mengemukakan hubungan yang erat dengan kondisi kesehatan gizi saat anak dalam kandungan hingga berusia di bawah lima tahun,” ujarnya.
Fenomena yang menarik dalam budaya Baduy adalah terbatasnya akses terhadap pendidikan formal, budaya menikah muda, dan pemanfaatan tumbuhan sekitar sebagai alternatif obat atau bahan untuk menjaga kebersihan diri.
Fenomena di atas menjadi tantangan dalam peningkatan kesadaran mengenai kesehatan dan upaya mencari pertolongan kesehatan pada komunitas penduduk asli, baik Baduy dalam dan luar.
Aksi cegah stunting di bagi tiga kegiatan, yang pertama Konsultasi Gizi dan Kulit, baik individu maupun grup kecil, kedua pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), Lingkar Lengan atas untuk anak dan Bumil dan ketiga pemeriksaan HB atau Tes hemoglobin.
Sementara Ketua Pemeriksaan HB, dr. Erfi Prafiantini, mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh 17 staf dan mahasiswa dari Departemen Ilmu Gizi dengan target pelatihan untuk 12 kader posyandu dan 10 bidan serta pemeriksaan dan edukasi kepada 155 masyarakat antara lain remaja, wanita usia subur, ibu hamil, dan ibu balita.
“Program ini didedikasikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader posyandu terkait penapisan anemia pada remaja putri sebagai calon ibu dan ibu hamil karena anemia merupakan masalah gizi dan kesehatan yang akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin serta komplikasi kehamilan dan persalinan,” katanya.
Diharapkannya, kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat Baduy agar tidak terkena stunting dan program ini memberikan manfaat yang baik kepada masyarakat.
“Progam aksi cegah stunting disandingkan dengan edukasi tentang gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan. Karena kegagalan pemenuhan pada 1000 hari pertama berpotensi menambah masalah kesehatan yang serius dan berdampak pada kualitas hidup masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Reporter : Nurandi
Editor: Abdul Rozak











