SERANG, RADARBANTEN.CO ID – Pemprov Banten bakal mengevaluasi badan usaha milik daerah (BUMD) miliknya.
Sejak Sekda Banten, Al Muktabar, menjabat sebagai Pj Gubernur Banten pada 2022 lalu, sudah dua BUMD milik Pemprov Banten yang dievaluasi dan diganti seluruh petingginya.
Pada akhir tahun 2022 lalu, seluruh Direksi dan Komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk atau Bank Banten diberhentikan saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Jabatan para petinggi pun diisi dengan orang-orang baru.
Tak hanya Bank Banten, Juli 2023 lalu, Al Muktabar juga mengevaluasi para petinggi PT Jamkrida Banten. Seluruh pejabat Jamkrida diberhentikan saat RUPSLB.
Namun, agar tidak terjadi kekosongan, dua pejabat masih bertugas untuk sementara.
Pj Sekda Banten, Virgojanti, menegaskan bahwa pihaknya kerap melakukan evaluasi terhadap kinerja BUMD milik Pemprov.
“Kita punya beberapa BUMD, kinerjanya (dievaluasi),” ujar Virgojanti.
Ia berharap, kinerja semua BUMD milik Pemprov Banten baik, sesuai dengan tujuan pendirian BUMD Pemprov Banten.
“Buat apa punya BUMD kalau tidak memberikan kemanfaatan,” tandas mantan pejabat Pemkab Lebak ini.
Setelah Bank Banten dan Jamkrida, BUMD Pemprov Banten lainnya, yakni PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) juga akan dievaluasi.
“ABM bergerak di bidang industri dan hadir di tengah masyarakat untuk pengendalian inflasi,” ujarnya.
Virgojanti mengaku, Pemprov ingin semua BUMD mempunyai peran yang positif untuk masyarakat.
Disinggung apakah jajaran petinggi ABM bakal dirombak ia menegaskan, perombakan pegawai bukanlah sesuatu yang negatif.
“Kalau dirombak belum tentu negatif. Harus positif thinking,” tegas perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala DPMPTSP Provinsi Banten ini. (*)
Reporter : Rostinah
Editor: Agus Priwandono











