PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ratu Mima Mulhima (55), warga Kampung Pakalongan, Desa Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, berbagi kesuksesan dalam membudidayakan ikan nila merah menggunakan sistem bioflok.
Bioflok adalah sistem modern dalam budi daya ikan yang memanfaatkan nutrisi limbah sebagai pakan ikan. Dalam sistem ini, mikro organisme, terutama mikroba yang dibudidayakan, diperkenalkan ke dalam air untuk mengubah limbah ikan dan materi organik lainnya menjadi protein mikroba. Selain menjaga kualitas air, sistem ini juga mengurangi biaya produksi.
Ratu Mima Mulhima menceritakan, memulai usahanya pada tahun 2019. Awalnya sebagai eksperimen kecil dalam budi daya ikan nila merah tersebut.
“Pada tahun 2019, kami hanya mencoba beberapa kolam sebagai tahap awal. Namun, pada tahun 2020, akibat pandemi yang menghentikan pekerjaan kami, kami fokus pada budi daya ikan nila merah dan meningkatkan jumlah kolam bioflok,” katanya dalam wawancara dengan RADARBANTEN.CO.ID pada Minggu, 1 Oktober 2023.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini mereka memiliki total 18 kolam bioflok dengan populasi sekitar 50 ribu ekor ikan nila merah.
“Saat ini, kami memiliki 18 kolam ikan nila merah dengan berbagai ukuran diameter, dengan total populasi mencapai sekitar 50 ribu ekor atau sekitar 50 ton,” tambahnya.
Ratu Mima Mulhima melanjutkan, bisnis budi daya ikan nila merah ini menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan.
“Dalam satu periode, omzetnya bisa mencapai Rp 40 jutaan per bulan, itu kalau bersih kita sampai Rp 15 jutaan. Kami juga dibantu oleh dua karyawan yang bertanggung jawab atas pengelolaan kolam dan memberi pakan kepada ikan,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa budi daya ikan nila merah ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga cara yang baik untuk mengisi waktu setelah pensiun dari pekerjaan swasta.
“Kami ingin memanfaatkan waktu luang setelah pensiun dengan aktivitas bisnis dan budi daya ikan nila merah. Tidak ingin hanya diam saja,” katanya.
Meskipun pasarnya terutama mencakup wilayah Kabupaten Pandeglang dan sekitarnya, namun permintaan dari konsumen cukup tinggi.
“Tapi sayangnya, kita belum bisa memenuhi seluruh permintaan. Terkadang, permintaan bisa mencapai delapan kuintal per hari,” tambahnya.
Ratu Mima Mulhima berharap, usahanya ini akan terus meningkatkan kualitas ikan yang dihasilkan dan menjaga konsistensi dalam usaha yang telah ditekuni. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agus Priwandono











