SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jelang kepemimpinan Walikota Serang, Syafrudin, dan Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin, berakhir, masih banyak permasalahan yang belum terselesaikan.
Kota Serang sebagai Ibukota Provinsi Banten terus mengalami kekurangan anggaran untuk pembangunan daerahnya.
Penilaian itu disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Kota Serang yang menjabat A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Matin Syarkowi.
Ia menganggap, para pejabat di Kota Serang kurang sigap dalam mengambil peluang di tengah pembangunan yang begitu cepat.
“Saya melihat kekurangcerdasan para pemimpin di Kota Serang, tidak cepat berpikirnya. Kota Serang ini akan menjadi kota mati kalau Walikota dan pejabatnya tidak cerdas menangkap peluang pembangunan yang begitu cepat,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 2 Oktober 2023.
Ia mengatakan, infrastruktur Kota Serang saat ini masih tertinggal jauh dari daerah lain.
Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang juga dinilai kurang menggali sumber pendapatan asli daerah (PAD).
“Contoh misalnya dari berbagai infrastruktur saja kita sangat tertinggal jauh. Kemudian membangunnya hanya mengandalkan APBD, tapi menggali sumber PAD tidak kelihatan, dan juga masih ada korupsi, kolusi, nepotisme,” katanya.
Ia pun mencontohkan, salah satu pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang. Kota Serang dianggap hanya menjadi salah satu kota yang dilewati oleh para wisatawan saja, namun para wisatawan tersebut tidak menjadi tempat singgah mereka.
“Satu contoh lainnya adanya Tol Serang-Panimbang, bagaimana mungkin Kota Serang akan menjadi kota transit bagi mereka. Kita hanya menjadi lalu lalang bagi wisatawan ke Pandeglang atau yang mau ke Sumatera, ya kita Kota Serang hanya dilewatin saja,” ucapnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











