DINAS Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang meminta kepada pemerintah desa untuk memanfaatkan website desa sebagai media informasi dan media promosi.
Pesan itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Haryadi saat pelatihan operator web desa, pekan lalu. Pelatihan operator web desa ini untuk memberikan keahlian kepada para perangkat desa yang ditugaskan sebagai operator web desa sehingga program digitalisasi desa di Kabupaten Serang dapat tercapai.
Melalui pelatihan pengelolaan web desa, para operator desa memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar mengelola dan meng-input data desa dan informasi perkembangan desa di web desanya masing-masing.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Haryadi menjelaskan, jika pemerintah desa sudah dapat memanfaatkan web desanya dengan baik, dengan menginformasikan perkembangan desa dan segala potensinya, maka sudah dapat membantu dan meringankan tugas dari Pemerintah Kabupaten Serang dalam mempromosikan daerahnya.
“Jika pemerintah desa sudah menyajikan data-data desa dan segala potensi desanya, maka tugas Pemkab Serang akan lebih mudah lagi dalam membangun desa. Menjadikan sebagai desa yang berkembang, desa yang maju, dan desa yang mandiri,” ungkap Haryadi.
Haryadi mengungkapkan, bahwa saat ini perkembangan teknologi informasi sudah sedemikian maju. Karena itu, pemerintah desa harus mengikuti perkembangan itu dan mampu memanfaatkan teknologi informasi. Salah satunya web desa sebagai media informasi dan promosi desa.
“Jaman sekarang kalau promosi masih lewat manual, penawaran door to door, sudah tertinggal, tidak jamannya lagi. Banyak potensi desa di desa masing-masing untuk diangkat, seperti sumber daya alam dan UMKM, masukkan ke dalam website, promosikan di website,” kata Haryadi.
Menurutnya, jika dipromosikan di website desa maka tidak hanya di tingkat RT dan RW, desa, kecamatan, dan kabupaten, atau tingkat local saja yang mengetahuinya, tetapi masyarakat di luar daerah pun bisa mengakses dan mengetahui potensi daerah.

“Kita dapat mempromosiakn dan memasarkan produk desa dan potensi ekonomi desa lainnya, baik itu wisata, kuliner, produk usaha warga, dan lainnya sehingga bisa menambah nilai ekonomi bagi desa, desa pun bisa berkembang,” ungkapnya.
Ciri ciri desa berkembang, maju, dan mandiri, lanjut dia, antara lain bisa dilihat dari pengelolaan informasi daerah yang disajikan melalui website desa. Ia mencontohkan beberapa desa di Indonesia menjadi desa yang maju dan mandiri karena mampu memanfaatkan website sebagai media promosi. Potensi dari sumbar daya alam desa dikelola oleh BUMDes, kemudian dipromosikan dan dipasarkan melalui web desa, ternyata berhasil mengangkat perekonomian desa.
“Ptensi desa dapat dipasarkan sehingga status desa semakin baik dari desa berkembang menjadi desa maju hingga menjadi desa mandiri. Pendapat desanya bisa mencapai miliaran rupiah hanya dengan memanfaatkan potensi desa yang dikelola memali BUMDes,” ungkap Haryadi.
Oleh karena itu, ia berharap kepada para pengelola web desa agar memiliki komitmen untuk aktif dan berinovasi memajukan desa melalui web desa. “Jika ada kemauan, ayo kita kembangkan desa kita dari desa tertinggal menjadi desa berkembag. Kemudian mari kita menuju desa yang maju hingga menjadi desa mandiri,” ungkap Haryadi.
Untuk ia memotivasi kepada para operator web desa agar tidak berdiam diri jika desanya memiliki potensi untuk dipromosikan, diinformasikan di web desa. Jika desa desa lain di luar daerah bisa meningkatkan indeks desa membangun (IDM) dari status desa tertinggal menjadi berkembang, menjadi maju, dan mandiri, maka desa-desa di Kabupaten Serang pun harus bisa. (ADV)











