TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID Kepemimpinan Kepala Daerah di Kota Tangsel, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang selama 10 tahun terakhir menjadi sorotan Komunikolog Politik dan Kebijakan Publik, Tamil Selvan.
Komunikolog Politik dan Kebijakan Publik, Tamil Selvan mengatakan, selama 10 tahun terakhir, banyak poin kebijakan yang dihasilkan oleh tiga Kepala Daerah di Tangerang Raya tersebut tak berhasil melahirkan sebuah prestasi.
Dari sisi pendidikan, sambung Tamil, banyak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama di Tangerang Raya berada di posisi nasional. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan pembangunan infrastruktur di tiga wilayah tersebut.
“Coba hilangkan sentuhan pengembang dan swasta di Tangerang Raya. Saya melihat ada presisi leading dari seorang Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah, dalam mengambil kebijakan. Saya tidak melihat itu dari Kepala Daerah yang lain,” ujarnya, Jumat, 6 Oktober 2023.
Ditanya mengenai apakah Kepala Daerah di Tangsel dan Kabupaten Tangerang harus berguru ke Kota Tangerang, Tamil menyebut, hal itu tidak perlu dilakukan.
“Secara implisif, tidak perlu dilakukan. Karena berbeda lahan, beda ilalang, dan hamanya, serta struktur masyarakat dan kontur wilayahnya. Kita menunggu kebijakan apa yang akan dikeluarkan Walikota Tangsel pak Benyamin dan Pj Bupati Tangerang,” tambahnya.
Tamil juga mengkritik keras perilaku kaku pejabat publik di Tangerang Raya terhadap keterbukaan informasi publik.
“Banyak teman-teman pers mengeluh kepada saya tentang informasi publik di Tangerang Raya. Saya bingung, apa sih yang mau ditutupin? Ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) besar bagi Pemda Tangerang Raya,” tandasnya.
Aktivis Tangerang Raya, Saiful Basri, mengatakan bahwa transparansi anggaran di Tangerang Raya masih menjadi sesuatu yang rumit untuk diakses.
“Kita sebagai warga negara ingin melihat apakah pembangunan yang dilakukan itu sudah sesuai dengan keinginan warga atau justru hanya keinginan pejabat semata,” pungkasnya. (*)
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor: Agus Priwandono











