SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Serang memasuki usia ke-497 tahun pada Minggu 8 Oktober 2023. Berbagai capaian pembangunan sudah ditorehkan di bawah kepemimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah selama dua periode.
Pada beberapa kesempatan, Ratu Tatu Chasanah selalu menyampaikan konsep pembangunan yang dijalankannya menganut konsep pentahelix. Yakni penyelenggaraan pembangunan yang melibatkan semua pihak, baik itu pemerintah, perguruan tinggi, ulama, media massa, organisasi masyarakat, dan seluruh sektor lainnya. Masing-masing stakeholder mengambil peran sesuai dengan fungsinya untuk terlibat dalam pembangunan daerah.
Di sisa masa jabatannya, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memiliki program skala prioritas yang akan dikejar. Program tersebut ialah peningkatan layanan kesehatan, pembangunan jalan dan pembangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang.
Tatu mengatakan, capaian pembangunan infrastruktur khusunya jalan yang berstatus jalan Kabupaten Serang sudah selesai. Bahkan pihaknya meningkatkan status jalan desa menjadi jalan Kabupaten Serang kurang lebih sepanjang 400 KM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan jalan yang dijadikan skala prioritas di Kabupaten Serang lantaran dahulu menjadi keluhan masyarakat. Bahkan kondisi jalan yang rusak parah menghambat berbagai kegiatan Pemda yang dilaksanakan di daerah-daerah.
“Kami sering mendapatkan keluhan dari masyarakat. Bahkan kondisi itu juga menghambat kegiatan pemda ketika kunjungan memakan waktu yang cukup lama. Kemudian dari kesehatan juga untuk pasien dan dirujuk membawa ibu hamil yang melahirkan, kegiatan perekonomian, pertanian, semua mengeluh dan membuat mahal biaya ongkos angkutnya,” jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, pihaknya juga memprioritaskan pembangunan Puspemkab Serang. Hal itu agar percepatan pembangunan dapat segera terwujud. Pihaknya meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten agar dapat memberikan bantuan bukan hanya melalui Banprov saja tetapi khusus untuk pembangunan Puspemkab.
“Kami selalu meminta kepada provinsi bukan hanya memberikan Banprov yang sama dengan kabupaten lain, melainkan untuk pembangunan Puspemkab ini kami menawarkan DED yang siap dari PU untuk langsung dibangun provinsi,” jelasnya.
Menurutnya, berpindahnya Puspemkab Serang merupakan imbas dari pemekaran yang didalamnya terdapat peran dari Provinsi Banten. Untuk itu, pihaknya mendesak agar Pemprov Banten untuk ikut aktif membantu pembangunan Puspemkab agar penyerahan aset dapat segera direalisasikan.
“Kami berpendapat harusnya semua turun tangan baik itu pemerintah pusat, provinsi jangan hanya mengandalkan anggaran APBD. Ini kan semua OPD harus disiapkan pindah di sana, belum lagi sarana penunjang lainnya. Kalau hanya dari provinsi itu hanya bantuan Banprov yang sama dengan kabupaten lainnya kapan akan selesainya? ini juga akan menghambat serah terima aset dengan Pemkot Serang,” tegasnya.
Tatu mengatakan, kekuatan APBD Kabupaten Serang sangat amat terbatas. Untuk itu, pihaknya membutuhkan peran serta dan bantuan dari pemerintah baik pusat atau Provinsi untuk mempercepat pembangunan Puspemkab.
“Dari sisi kekuatan APBD sendiri kami tidak optimis bisa menyelesaikan cepat. Untuk itu kami butuh support dari Pemprov dari DED yang sudah siap diambil alih oleh provinsi mungkin kita bisa lebih cepat,” pungkasnya.
Berdasarkan data yang diperoleh Radar Banten dari Badan Perencanaan Pembangunan Dareah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Serang, capaian tahunan Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 sudah mencapai 90 persen.
Tatu memiliki beberapa program prioritas yang tertuang di dalam RPJMD, di antaranya percepatan pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, penurunan angka pengangguran, laju pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, prevalensi stunting, penurunan AKI AKB, pengelolaan sampah dan pertanian.
Sekretaris Bappedalitbang Kabupaten Serang, Freddy Lamhot Sinurat mengatakan, kemajuan Kabupaten Serang bisa diukur dari indeks pembangunan manusia (IPM). Capaian IPM Kabupaten Serang d bawah pimpinan Ratu Tatu Chasanah dapat melampaui target. “Pada tahun 2022 kita punya target IPM 67,29 poin dan tercapai 67,75 poin,” ujarnya.











