PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pandeglang menyampaikan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang, bahwa pada tahun 2022 ada sekitar 50.000 pengangguran di Kabupaten Pandeglang.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja pada Disnakertrans Pandeglang, Agus Suryana, mengungkapkan bahwa BPS menyampaikan terdapat sekitar 550 ribu angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 ribu jiwa telah bekerja.
Untuk mengatasi masalah pengangguran ini, Disnakertrans Pandeglang telah aktif dalam melaksanakan berbagai program pelatihan seperti menjahit, tata boga, instalasi listrik, bubut, dan otomotif.
“Untuk Disnakertrans memang upaya dilakukan terus seperti beberapa kegiatan pelatihan yang diselenggarakan,” katanya, Jumat, 6 Oktober 2023.
Agus menjelaskan bahwa upaya untuk mengurangi angka pengangguran terus dilakukan dengan memberikan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Namun, kendala anggaran membatasi kemampuan Disnakertrans dalam menyediakan peralatan yang diperlukan untuk pelatihan, yang saat ini hanya mencakup peningkatan kompetensi dan pemberian sertifikat.
“Kalau alat kami tidak dibekali, kan kita terbentur dengan masalah anggaran juga, hanya sebatas itu kompetensi saja kemudian diberikan sertifikat,” ujarnya.
Disnakertrans Kabupaten Pandeglang belum melakukan kerja sama dengan perbankan untuk memberikan dukungan permodalan kepada para peserta pelatihan.
“Selama ini kita belum ke modal ya, baik itu APBD karena keterbatasan anggaran masalah dana, ya kalau anggarannya ada, pengin seperti itu. Kita kalau upaya bermitra dengan swasta terus dilakukan, jangankan saat ini di pemerintahan, di swasta pun sama kondisinya,” tuturnya.
Ia mengatakan, rencana pembukaan kawasan industri di lima kecamatan di Kabupaten Pandeglang menjadi peluang untuk mengurangi angka pengangguran.
Ia berharap, warga lokal Pandeglang tidak hanya menjadi penonton. Tetapi, menjadi pelaku dalam mendukung perekonomian Pandeglang.
Agus menegaskan pentingnya mendukung kaum milenial yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi, sehingga mereka dapat berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di Pandeglang. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agus Priwandono











