SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Meski memasuki masa panen, tidak membuat harga beras di pasaran turun. Terpantau harga beras di Pasar Baros masih sangat tinggi mencapai Rp13.000 per liter.
Kondisi tersebut dikeluhkan oleh para pedagang yang berjualan di pasar lantaran membuat omzet mereka menurun hingga 50 persen.
Salah seorang pedagang beras, Kiki, mengatakan, harga jual beras premium di lapaknya mencapai Rp330.000 per karung.
“Yang paling bagus sekarang harga jualnya Rp330.000, kalau eceran per kilonya kenanya Rp13.000,” katanya, Senin, 9 Oktober 2023.
Ia mengatakan, tingginya harga beras sudah terjadi sejak enam bulan terakhir dan belum terjadi penurunan harga. Bahkan ketika memasuki masa panen seperti saat ini, harga beli dari para petani masih sangat tinggi.
“Ini ada setengah tahun tidak turun-turun. Sekarang ini harga tertinggi. Untuk stoknya sekarang lagi banyak cuman pasarannya ini sepi, terus untuk harga gak mau turun, mungkin karena harga gabahnya masih tinggi kali ya,” tegasnya.
Pedagang menduga tingginya harga beras di pasaran dipicu karena musim kemarau yang berkepanjangan sehingga membuat sawah gagal panen. “Mungkin akibatnya karena gagal panen sih, sehingga harganya mahal,” imbuhnya.
Menjual beras keuntungan sedikit, lanjut dia, omzet penjualannya juga turun hingga 50 persen.
“Kalau di pasar Baros ini kita gak berani ambil untung besar-besar, paling ya Rp500 per kilonya,” tegasnya.
Selain menjual beras kualitas premium, pihaknya juga menjual beras-beras dengan kualitas medium dengan harga Rp12.500 kilogram.
“Paling ada lagi beras kampung, ini modalnya saja sudah Rp11.200, paling kita jual di harga Rp11.500 sampai Rp11.800 per kilogram,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor : Aas Arbi











