SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Selvy Amalia (26) mengaku tidak menyesal terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan meski sangat jarang menggunakannya.
Selvy saat ini sedang hamil tua anak pertamanya. Suaminya adalah seorang karyawan di salah satu pabrik di kawasan industri Cikande Modern.
Selvy sudah lama menjadi peserta BPJS Kesehatan, sebelum ditanggung oleh suaminya, ia menjadi peserta BPJS Kesehatan bersama keluarganya.
Selama menjadi peserta BPJS Kesehatan, Ia mengaku sangat jarang menggunakan kartu tersebut untuk berobat.
Ia bersyukur selalu diberikan kesehatan, sesekali sakit pun tidak parah, hanya karena kecapean, faktor cuaca, atau Ia saat salah makan.
Tapi, Selvy mengaku tak menyesal menjadi peserta BPJS Kesehatan karena dengan menjadi peserta program tersebut, ia merasa jaminan kesehatannya aman.
Ia tidak perlu pusing memikirkan uang jika suatu saat jatuh sakit dan membutuhkan penanganan intensif.
Merasa jaminan kesehatannya sudah aman membuat Selvy dan suami merasa lebih leluasa untuk menabung.
Sebagai karyawan swasta manajemen keuangan yang baik sangat penting dilakukan oleh pasangan suami istri.
Gaji yang diterima setiap bulan harus bisa diatur sedemikian rupa untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk menabung.
Hal itulah yang dipikirkan oleh Selvy dan suami. Gaji yang didapatkan setidap bulan dibagi-bagi ke dalam sejumlah pos kebutuhan dan menabung.
Berkat menjadi bagian dari peserta BPJS Kesehatan, setidaknya Selvy dan suami tidak harus menyisihkan uang lebih banyak untuk kebutuhan kesehatan.
Atau saat salah satu dari mereka sakit tidak ada biaya besar yang dikeluarkan sehingga uang yang didapatkan tetap bisa ditabung.
“Saat sakit gak terlalu parah aja kalau ke klinik kada uang Rp100 ribu habis kepakai, belum lagi untuk membeli obat total mungkin kalau saat sakit bisa sampai Rp200 ribu atau Rp300 ribu habis, kan lumayan kalau uang itu ditabung,” papar Selvy.
Baru-baru ini Selvy harus dirujuk ke Rumah Sakit Hermina untuk memeriksa kandungannya karena saat di puskesmas diduga ada lilitan di janin.
Namun beruntung, saat diperiksa di rumah sakit lilitan itu sudah terlepas dan janin dalam keadaan sehat.
Ia menggunakan layanan kesehatan di rumah sakit itu menggunakan BPJS Kesehatan.
Selvy menilai BPJS Kesehatan sangat baik untuk jaminan kesehatan masyarakat.
Ia menilai, pelayanan di fasilitas kesehatan pun sudah cukup baik kepada peserta BPJS Kesehatan.
Kalau lama menunggu, menurutnya hal itu wajar apalagi saat banyak pasien.
“Namanya puskesmas atau klinik di kampung kan gak besar yah, dokter juga gak banyak, jadi kalau lagi banyak yang sakit wajar antre,” papar Selvy.
Selvy pun mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan untuk segera mendaftar agar jaminan kesehatannya bisa aman.
Sehingga tidak perlu was was jika suatu saat sakit atau alami sesuatu hal dan membutuhkan penanganan medis.
Kemudian, menjadi peserta BPJS Kesehatan tidak akan rugi karena iuran yang dikeluarkan bisa membantu orang lain yang sedang membutuhkan penanganan medis.
Bagi Selvy, iuran yang dikeluarkan untuk BPJS Kesehatan setiap bulannya tidak sebanding dengan manfaat yang bisa diterima.
Manfaat dari BPJS Kesehatan jauh lebih besar dibandingkan dengan iuran yang dikeluarkan.
Apalagi, bagi seseorang yang memiliki sakit parah yang membutuhkan penanganan medis yang sangat serius.
“Kita gak tahu masa depan seperti apa, bayangkan jika itu kejadian ke diri kita dan kita tidak punya uang untuk ke rumah sakit, parahnya lagi gak punya BPJS Kesehatan, itu kan bisa jadi beban bagi orang sekitar kita,” paparnya. (*)











