CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon membangun sistem komunikasi terintegrasi penanganan bencana kebakaran.
Dorongan itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon Masduki. Menurut dia dorongan adanya sistem komunikasi terintegrasi setelah melihat beberapa peristiwa kebakaran yang terjadi di bulan ini.
Sistem komunikasi terintegrasi itu menghubungkan semua stakeholder mulai dari dinas, industri, relawan pemadam kebakaran dan masyarakat.
“Kita melihat bahwa kejadian di bulan ini sangat miris, di Gunung Sugih tiga kali kejadian. Makanya kita panggil dimana sih titik lemahnya,” ujar Masduki, Selasa 17 Oktober 2023.
Dikatakan Masduki, usai pertemuan antara industri dan DPKP Cilegon, industri siap terlibat dalam sistem komunikasi terintegrasi tersebut.
“Industri siap, tinggal sistem komunikasinya saja belum dibuat. Industri siap membentuk apapun itu, jaringan informasi satu atap, industri tidak keberatan,” papar Masduki.
Masduki memberikan waktu hingga hingga Desember sudah terbentuk sistem jaringan komunikasi yang bersifat koordinasi lintas sektor tersebut.
Masduki mengingatkan, jangan sampai pelayanan dasar masyarakat terlalaikan.
Masduki juga mendorong agar DPKP Cilegon membangun posko pemadam kebakaran di Kecamatan Ciwandan karena sampai saat ini pos tersebut belum ada.
“Nanti kita bicarakan berapa sih kebutuhan anggaran membangun posko kebakaran di sana,” ujarnya.
Sekretaris DPKP Kota Cilegon Muiz menjelaskan, pihaknya tak menampik jika anggaran menjadi kendala.
Menyikapi itu, ia sepakat dengan usulan Masduki, dimana DPKP akan berkolaborasi dengan industri dalam upaya-upaya penanganan kebakaran sehingga persoalan anggaran bisa teratasi.
“Kita ada sedikit kendala, anggaran kita minim, untuk itu kita akan kolaborasi dengan perusahaan,” ujarnya. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Agung S Pambudi











