PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mencatat peningkatan yang signifikan dalam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama periode Januari hingga Oktober 2023, dengan total 272 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) pada Dinkes Pandeglang, Dian Handayani, mengungkapkan bahwa DBD disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti, yang berkembang biak di berbagai tempat, termasuk air bersih dan tumpukan barang.
“Karena penyakit DBD ditularkan dari nyamuk ya, sedangkan nyamuk itu berkembang biak di air yang bersih bahkan di tumpukan barang dan pager bambu,” ungkapnya saat diwawancarai di ruang kerjanya,” Jumat 20 Oktober 2023.
Ia mengatakan, kasus tertinggi tercatat pada bulan April 2023, mengundang perhatian serius dari Dinkes Kabupaten Pandeglang.
Dia menyadari bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini telah menciptakan lingkungan yang mendukung peningkatan kasus DBD.
Lebih lanjut, Dian Handayani menyampaikan bahwa daerah Pandeglang merupakan titik fokus dengan jumlah kasus DBD tertinggi di Labuan mencapai 59 kasus. Namun, dia juga mencatat bahwa beberapa puskesmas masih belum melaporkan kasus DBD.
“Kalau di Pandeglang yang paling tertinggi itu di Labuan ada 59 kasus DBD, tapi masih ada juga puskesmas-puskesmas yang masih nol sampai saat ini,” katanya.
Ia melanjutkan, pihaknya mewanti-wanti masyarakat terkait bahaya DBD yang terkait erat dengan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.
“Pentingnya kewaspadaan, terutama dalam kondisi pancaroba yang bisa berdampak pada peningkatan kasus DBD,” ujarnya.
Dalam upaya pencegahan, Dinkes Pandeglang telah melatih kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di seluruh 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
“Upaya lainnya mencakup pemberantasan sarang nyamuk di dalam rumah dan sekitar lingkungan, termasuk membersihkan bak kamar mandi dan kolam,” tuturnya.
Dian Handayani menambahkan, bahwa karakteristik nyamuk aedes aegypti yang aktif mulai dari pukul 06.00 pagi hingga pukul 02.00 siang. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Seperti area bak kamar mandi, menghindari genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk, seperti tumpukan barang tak terpakai, demi mencegah penyebaran DBD di wilayah tersebut,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











