SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemprov Banten bakal membuka penjajakan pasar atau market sounding bagi investor untuk mengelola Stadion Internasional Banten atau yang dulu dikenal sebagai Banten Internasional Stadium (BIS).
Ada syarat khusus yang ditentukan Pemprov Banten bagi investor yang ingin mengelola stadion yang diresmikan pada 9 Mei 2022 lalu ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, pihaknya sudah studi kelayakan akhir untuk stadion bertaraf internasional tersebut. “Sekarang kita sedang memastikan memastikan lagi dokumen-dokumen itu udah clear baru nanti akan kita lakukan market sounding,” ujar Arlan.
Kata dia, market sounding yang bakal dilakukan Pemprov Banten pada akhir November nanti itu akan didampingi oleh penjamin infrastruktur Indonesia (PII) untuk bisa disampaikan ke para investor. Dengan harapan tahun depan sudah bisa dilakukan perjanjian kerjasama (PKS).
Setelah market sounding, akan dilakukan juga market consultants. “Kemudian langsung one on one dengan yang minat,” terangnya.
Meskipun baru akan dibuka pada akhir bulan depan, tetapi Arlan mengaku sudah ada beberapa investor yang tertarik untuk menanamkan investasinya di stadion tersebut.
Namun, ia enggan mengungkapkan siapa saja investor yang sudah membuka komunikasi dengan Pemprov Banten. Ditanya apakah selebriti Raffi Ahmad kembali menawarkan diri untuk mengelola stadion tersebut, Arlan hanya tersenyum. “Yang pasti dari dalam (Indonesia-red) semua,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan, bagi investor yang berminat dengan Stadion Internasional Banten yang berada di kawasan Sport Center, Kecamatan Curug, Kota Serang, maka harus menyediakan investasi sekira Rp700 miliar. “Untuk diinvestasikan ke satu kawasan sport center,” ungkapnya.
Reporter : Rostinah
Editor: Abdul Rozak











