PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Dinas PUPR Banten wilayah Kabupaten Pandeglang telah membentuk tim reaksi cepat penanganan bencana di Kabupaten Pandeglang.
Tim reaksi cepat dibentuk sebagai bentuk antisipasi dalam menghadapi peralihan musim kemarau ke musim hujan yang berpotensi terjadi bencana angin puting beliung, petir, dan banjir.
Plt Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Dinas PUPR Banten wilayah Kabupaten Pandeglang Yan Ardiansyah Achmad mengatakan, Kabupaten Pandeglang mendapatkan musibah bencana alam.
“Terjadi angin puting beliung yang mengakibatkan banyak pohon tumbang menutup akses jalan. Khususnya pada ruas jalan Provinsi Banten,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, usai membersihkan material batang pohon menutupi akses jalan provinsi ruas Serang – Pandeglang, tepatnya di Kelurahan Kadumerak, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Kamis, 26 Oktober 2023.
Pohon tumbang tersebar di tiga ruas jalan. Yaitu Jalan Serang – Pandeglang, Pandeglang – Labuan, dan ruas jalan Kelurahan Kabayan.
“Jadi pohon tumbang akibat terjadi badai angin puting beliung yang sama – sama kita tahu dari jam 14.00 WIB sampai jam 15.00 WIB. Ada banyak pohon tumbang ke ruas – ruas jalan provinsi,” katanya.
Terkait hal itu, pihaknya langsung menerjunkan tim reaksi cepat guna melakukan penanganan dan pembersihan material batang pohon yang menutupi jalan raya.
“Alhamdulillah kita sudah menyiapkan tim reaksi cepat. Karena memang kita mengetahui adanya kecenderungan terjadinya hujan lebat pada sore hari. Jadi kita sudah menyiapkan tim reaksi cepat, menyiapkan dua unit armada dump truck, dan peralatan – peralatan lainnya,” ungkap Yan.
“Alhamdulillah dalam penanganan pohon tumbang kita dibantu juga oleh Damkar BPBD Pandeglang serta anggota Polres Pandeglang. Karena tadi itu hujan begitu lebat, pohon rubuh sehingga menyebabkan kemacetan. Dibantu Damkar sehingga pembersihan menjadi lebih cepat,” katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan agar waspada saat hujan lebat.
“Tapi namanya juga bencana ya kita tidak bisa mengatur terjadinya ini. Kita lebih cenderung kepada penanganan cepat,” katanya.
Yan menjelaskan, pada prinsipnya jika jalan terhambat maka harus bisa segera ditanggulangi agar lalu lintas tidak terganggu.
“Kita punya standar, tim kita sudah bekerja saya tugaskan untuk stand by di jam – jam siang menjelang sore. Jadi ketika ada kejadian tim reaksi cepat akan turun, membawa gergaji mesin pemotong kayu,” katanya.
Pihaknya akan melakukan penanganan lebih lanjut dengan memangkas batang pohon rimbun dan sudah tua.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi











