SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ekonom Senior Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Muhammad Lukman Hakim mengungkapkan peningkatan temuan uang palsu yang berasal dari transaksi penyetoran perbankan.
Hingga Oktober 2023, temuan uang Rupiah yang diragukan keasliannya sebanyak 834 lembar yang bersumber dari klarifikasi setoran bank yang masuk.
“Pecahan uang palsu yang ditemukan adalah Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu, dan Rp5 ribu,” jelas Lukman pada kegiatan Economic Outlook 2003 dan 2024 yang diselenggarakan Pokja Wartawan Ekbispar Provinsi Banten di Hotel Aston Serang, Jumat, 27 Oktober 2023.
Menurut keterangan perbankan, peningkatan temuan uang palsu dikarenakan siklus menjelang tahun politik yang polanya meningkat.
Pada kesempatan itu, Lukman mengungkapkan, Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten merilis hingga September 2023 uang yang keluar dari Banten mencapai Rp10,8 triliun. Sedangkan uang yang masuk hanya Rp4,1 triliun. Dengan begitu, net outflow di Banten Rp6,71 triliun.
Menurutnya, struktur masyarakat Banten yang cukup banyak pendatang serta posisi geografis Banten yang berdekatan dengan DKI Jakarta memungkinkan pengeluaran masyarakat dilakukan di luar Banten.
“Terdapat beberapa bank yang memiliki kebijakan pengelolaan uang tersentralisasi di kantor pusat atau kantor koordinator yang berada di luar Banten atau di wilayah DKI,” ujar Lukman.
Ia mengatakan, hingga September 2023, KPw BI Provinsi Banten memiliki net outflow sebesar Rp6,71 triliun sesuai pola inflow pasca-Idul Adha. “Karakteristik alami KPw BI Banten bersifat outflow,” ungkapnya.
Reporter : Rostinah
Editor : Aas Arbi











