SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Modest Fashion Banten menjadi primadona pada perhelatan Indonesia Shania Economic Festival (ISEF) ke-10 di Jakarta Convention Center, 25-29 Oktober 2023.
ISEF terselenggara atas inisiasi dan kolaborasi Bank Indonesia dengan sejumlah lembaga instansi akselerator ekonomi syariah, di antaranya, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Kementerian/Lembaga, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, Majelis Ulama Indonesia, serta seluruh mitra strategis internasional lainnya.
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten turut mendorong partisipasi 14 pondok pesantren dan UMKM binaan/mitra yang telah lolos kurasi.
Ke- 14 UMKM atau pondok pesantren tersebut, di antaranya, Pondok Pesantren Al Furqon, Pondok Pesantren Rodhotul Huda, Dewi Sambi, Izzani, Cokelatin, Sanfood, Jukajo, Mitra Mandala, Damory, Sanrah Food, Ageman, Rhamala Hijab, Sesegeritu, dan Sate Bandeng Sabajo.
Dalam rangka mendukung eksistensi dan daya saing modest fashion berkearifan lokal Banten, berkat konsistensi dan sinergi kuat antara KPwBI Provinsi Banten dengan Pemerintah Daerah termasuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Banten, Banten berhasil mengikutsertakan UMKM Dewi Sambi Kota Tangerang dan Pondok Pesantren Rodhotul Huda Kabupaten Pandeglang untuk menampilkan karya modest fashion terbaiknya dengan mengangkat kombinasi wastra batik Banten dan tenun Baduy pada penyelenggaraan parade International Modest Fashion Festival (IN2MF) yang dihadiri langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Menteri Koperasi dan UKM RI, dan Menteri Ketenagakerjaan RI.
Dua designer lokal Banten itu, sebelumnya merupakan peraih penghargaan Juara 2 Modest Young Designer Competition Road to NZMOTION Kategori Pores dan Juara 3 Modest Young Designer Competition Road to N2MOTION Kategori UMKM pada FESyar Regional Jawa 2023.
Tidak hanya itu, telah menjadi suatu kebanggaan bersama masyarakat Banten bahwa tenun Baduy juga diketahui dikenakan sebagai seragam panitia pada acara closing ceremony ISEF 2023.
Dua motif khas dimaksud yaitu, kombinasi antara motif Adu Mancung dan Suat Songket, yang merepresentasikan pemaknaan yang erat hubungannya dengan tradisi dan kepercayaan warga lokal Suku Baduy Kanekes yang terbiasa hidup rukun dan berdampingan.
Hal ini telah menjadi salah satu bukti bahwa kualitas wastra dan fesyen tenun Baduy telah diakui dan dipercaya di level domestik dan internasional.
Selaras dengan spirit yang ditularkan oleh Wakil Presiden RI pada opening ceremony ISEF, penyelenggaran ISEF ke-10 ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat upaya mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif seluruh pegiat eksyar dalam pengembangan ekonomi keuangan syariah Indonesia yang lebih berkelanjutan, termasuk memotivasi seluruh lembaga/instansi untuk menjadi hamzah washal yang berperan optimal sesuai kewenangannya masing-masing guna memacu pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.











