Pada pembukaan acara, Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, meresmikan Masterplan Industri Halal Indonesia (MPIHI) dan aplikasi Satu Wakat Indonesia.
MPIHI merupakan referensi pengembangan industri halal Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka di dunia.
Sementara, aplikasi Satu Wakat Indonesia adalah aplikasi yang akan mengintegrasikan dan mengolaborasikan secara nasional platform dari berbagai badan lembaga wakat dan amil zakat di Indonesia, sehingga dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dalam melakukan mobilisasi dana dan aset maupun dalam mendorong inklusi berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia, Ferry Warjiyo menyampaikan, terdapat dua kebaruan pada penyelenggaraan ISEF 2023, yaitu peningkatan skala penyelenggaraan International Modest Fashion Festival (IN2MF) dengan menghadirkan 178 desainer yang terdin atas UMKM, pesantren, dan professional designer berskala nasional dan internasional.
Kedua, mempromosikan konsumsi makanan halal, melalui Indonesia Internasional Halal Chef Competition (IN2HCC) sebagai kompetisi masak halal berskala internasional pertama di Indonesia.
Pada perhelatan puncak satu dekade ISEF, tercatat capaian transaksi total sebesar Rp 28,9 triliun yang meliputi transaksi B to B, B to C, dan transaksi exhibition, termasuk transaksi pada kegiatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) wilayah kawasan Timur Indonesia, Sumatera, dan lawa.
Sejalan dengan kenaikan transaksi, jumlah pengunjung juga mengalami kenaikan hingga lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya, atau mencapai lebih dari 72.930 pengunjung. Terdiri dari, pengunjung yang hadir secara fisik sebanyak 28.356 orang dan peserta online sebanyak 44.574 orang.
Capaian penyelenggaraan ISEF 2023 selama satu dekade ini telah mengantarkan ISEF 2023 memperoleh rekor MURI sebagai festival ekonomi keuangan syariah terbesar di Indonesia. (*)
Reporter : Rostinah
Editor: Agus Priwandono











