PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Masalah sampah terus menjadi perhatian bersama. Termasuk sampah di kawasan gunung. Trasbag Community, sebuah kelompok pemuda yang sangat peduli terhadap lingkungan, mengambil inisiatif membersihkan Gunung Karang Pandeglang.
Ketua Unit Pelaksana Kegiatan Sapu Jagad Gunung Karang dalam Trasbag Community Suto menjelaskan, aksi ini adalah langkah konkret untuk mengurangi dan membersihkan sampah yang mengotori Gunung Karang Pandeglang.
“Aktivitas Trasbag Community ini difokuskan pada membersihkan sampah di Gunung, tetapi kami juga terbuka untuk berkolaborasi dengan organisasi lingkungan di berbagai habitat, termasuk sungai, laut, dan tempat lainnya,” ungkapnya, Selasa 31 Oktober 2023.
Dalam aksi membersihkan Gunung Karang Pandeglang ini, mereka dibantu oleh sekitar 100 simpatisan dari wilayah Banten dan sekitarnya.
“Kami memulai dari Pos Kaduengang, naik ke puncak gunung, membersihkan sampah, dan membawanya turun. Kami juga melakukan penimbangan dan pengambilan sampel beberapa kantong sampah untuk mengetahui jenis sampah yang ada di Gunung Karang,” tambahnya.
Suto menjelaskan bahwa alasan utama membersihkan sampah di Gunung Karang adalah untuk merawat lingkungan di daerah mereka sendiri, dan mereka berharap penduduk Banten, khususnya di Pandeglang, dapat terinspirasi untuk melakukan hal serupa, bahkan jika bukan dalam acara mereka.
Selain membersihkan sampah, Trasbag juga berupaya mendorong pendaki gunung untuk mengadopsi praktik pendakian yang bertanggung jawab, termasuk mengurus sampah yang mereka bawa.
“Target kami adalah membersihkan sekitar 150 kilogram sampah atau bahkan lebih,” ujarnya.
Ia menyinggung terhadap para pendaki yang tidak bertanggungjawab atas sampah yang dibawanya, dimana gunung merupakan bukan tempat untuk membuang sampah akan tetapi seharusnya peduli terhadap lingkungan.
Suto juga menyoroti perilaku beberapa pendaki yang tidak bertanggung jawab dengan sampah yang mereka bawa. Dia menekankan bahwa gunung bukan tempat pembuangan sampah, dan penting bagi semua pendaki untuk merasa bertanggung jawab terhadap sampah mereka sendiri.
“Bagi teman-teman yang masih doyan mendaki gunung, mari kita bersama-sama menjaga tempat bermain kita. Tidak ada kerugian dalam bertanggung jawab terhadap sampah kita sendiri,” katanya.
“Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai adalah langkah kecil yang dapat membantu mengurangi sampah. Jika masih sulit untuk menghindari membawa sampah ke atas gunung, minimal kita harus merawat sampah yang kita hasilkan,” tambahnya.
Suto berharap pihak-pihak yang memiliki posisi di pemerintah daerah yang terkait atau berhubungan dengan lingkungan juga dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan membersihkan lingkungan seperti ini, bahkan membuat program kerja serupa di lingkungan pemerintahan mereka.
“Ini adalah panggilan kepada pemerintah untuk bergerak dan melibatkan organisasi seperti kita dalam upaya perlindungan lingkungan,” pungkasnya.(*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











