3 Pejabat Eselon II di Kabupaten Serang Dirolling
SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Tiga pejabat eselon II di lingkup pemerintahan Kabupaten Serang resmi dilantik Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Ke tiga pejabat tersebut diroLling lantaran menempati jabatan yang sama sudah terlalu lama.
Tiga pejabat yang dilantik adalah drg Agus Sukmayadi yang semula menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) menjadi Direktur RSDP. Lalu, dr Rahmat Setiadi yang semula sebagai Direktur RSDP menjadi Staf Ahli Bupati. Dan, dr Rahmat Fitriadi dari Staf Ahli menjadi Kepala Dinkes Kabupaten Serang.
Dalam kegiatan tersebut, Tatu juga melakukan pengambilan sumpah terhadap 157 orang CPNS formasi 2021 untuk menjadi PNS di lingkup pemerintahan Kabupaten Serang.
Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengaku sengaja melakukan rolling untuk jabatan eselon II guna melakukan penyegaran agar tidak terjadi kejenuhan dalam menjalankan tugas.
“Ini untuk penyegaran saja karena tiga, tiganya kompetensinya dokter. Semoga di tempat baru bisa lebih berinovasi, karena suasana baru bisa lebih semangat lagi dan punya ide baru dalam peningkatan pelayanan terhadap masyarakat,” katanya, Senin 6 November 2023.
Ia mengaku, rolling jabatan yang dilakukan bukanlah atas dasar hal lainnya seperti halnya kinerja yang buruk atau hal-hal lain, tetapi semata karena ingin melakukan penyegaran.
“Kinerja, berdasarkan laporan dari BKPSDM dan penilaian secara pribadi sebagai kepala daerah tiga-tiganya ini menjalankan tugasnya dengan baik, hanya untuk penyegaran saja karena sudah lama sekali di posisi sama, khawatir ada kejenuhan. Mudah-mudahan dengan posisi baru, lebih ada semangat baru,” tegasnya.
Ia pun berpesan kepada pejabat yang dilantik, terutama yang menempati OPD yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi supaya bisa melakukan pelayanan terhadap masyarakat dengan cepat.
“Untuk RSDP dan Dinkes karena memberikan pelayanan langsung pada masyarakat maka kecepatan harus diperhatikan, lalu kemudian pelayanan yang menyeluruh karena kesehatan itu harus semua masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, di era yang serba canggih ini, penting untuk memanfaatkan teknologi untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan terhadap masyarakat.
“Selain itu sekarang eranya sudah digitalisasi jadi kita juga Dinkes harus ikut serta dan masuk ke digitalisasi tersebut, misalnya aplikasi untuk mencari ruangan, agar tidak perlu anter, sehingga tidak perlu ke rumah sakit tinggal lewat aplikasi. Itu harus berjalan, aplikasi yang digunakan itu harus tersosialisasikan sampai ke masyarakat, difahami oleh masyarakat dan bisa digunakan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga meminta agar pelayanan di RSDP terus ditingkatkan sehingga dapat bersaing dengan rumah sakit swasta.
“Masyarakat pasti menuntut hal yang sama yaitu ketepatan, kecepatan pelayanan yang baik dengan ramah. Ini PR tantangan untuk RSDP dari seluruh jajaran nya baik dokter perawat dan lain sebagainya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











