LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bendungan Karian telah beroperasi pada 29 September 2023. Proyek nasional ini membuat sejumlah kampung menjadi kampung mati karena sudah ditinggalkan penghuninya.
Kampung-kampung mati itu, saat ini hanya menunggu waktu saja untuk tenggelam seluruhnya.
Ketinggian air, salah satunya di Kampung Sinday, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, saat ini sudah menutup seluruh bagian rumah, bahkan ada yang total sudah tenggelam satu kampung.
Targetnya pada Desember 2023, Bendungan Karian diresmikan oleh Presiden Joko Widodo setelah sembilan tahun dikerjakan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.
Warga Kampung Sinday, Sopian mengatakan, saat ini ketinggian air sudah sampai atap dan sudah ada genteng yang tenggelam.
“Karena ketinggian air terus-menerus naik, saat ini sudah sampai atap. Sebelumnya rumah warga dan atap masjid belum tertutup air, kalau sekarang sudah tenggelam,” kata Sopian, Senin, 6 November 2023.
Bendungan Karian memiliki kapasitas air total 314 juta meter kubik, yang menempatkan Bendungan Karian terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Bendungan Jatigede.
Diungkapkan Sopian, beberapa kampung yang lain hanya menanti waktu saja untuk tenggelam oleh air Sungai Ciberang yang sudah dibendung.
“Kalau diperkirakan, Desember udah mulai penuh, ditambah situasi saat ini sudah masuk musim hujan jadi pasti air akan semakin tinggi,” ucapnya.
Sementara, Hendri menyebutkan, tenggelamnya Kampung Sinday menjadi wisata dadakan bagi warga di Desa Pajagan dan sekitarnya.
“Warga setiap sore berkunjung ke sini melihat air makin tinggi dan menenggelamkan kampung. Beberapa warga ada yang sengaja datang jauh-jauh ke sini karena penasaran,” ucap Hendri.
Ditambahkan Hendri, keberadaan Bendungan Karian semoga dapat memberikan manfaat bagi warga di Kecamatan Sajira dan sekitarnya.
“Harapannya keberadaan Bendungan Karian ini memberikan manfaat, dan dapat menjadi sumber penghasilan bagi warga di Desa Pajagan dan sekitarnya,” ucapnya. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agus Priwandono











