SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang sebut minimnya industri padat karya menjadi faktor ibu kota Provinsi Banten ini menempati urutan ke-4 dalam tingkat pengangguran terbuka (TPT) se-Provinsi Banten.
Kepala Disnakertrans Kota Serang Moch Poppy Nopriadi mengatakan, selain minimnya industri padat karya, Kota Serang juga hingga saat ini hanya mengandalkan bidang jasa dan perdagangan yang ditopang oleh sektor informal, seperti UMKM.
Sementara UMKM juga disebut rentan dengan berbagai kendala dalam menjalankan usahanya. Di sisi lain, Kota Serang juga disebut terus mengalami peningkatan jumlah penduduk.
“Jumlah penduduk di Kota Serang saat ini sangat banyak, dan itu menjadi kendala, untuk mengakomodir para pencari kerja. Karena di Kota Serang itu terbatas, tidak seperti kabupaten/kota lain yang industrinya cukup besar. Apakah angkanya cukup signifikan? Dan ini perlu menjadi bahan kajian juga,” ujarnya, Rabu 8 November 2023.
Ia menjelaskan, Disnakertrans Kota Serang juga mengaku memiliki program demi menangani masalah pengangguran setiap tahunnya.
Namun, hal tersebut belum maksimal lantaran terbatasnya anggaran dalam melaksanakan program-program tersebut.
“Kami masih menjalankan pemberian pelatihan kewirausahaan yang sampai saat ini hanya mampu menyediakan kurang dari 100 orang,” katanya.
Terlebih, dengan jumlah pengangguran yang cukup tinggi itu, lanjut Poppy, belum berdampak secara signifikan untuk mengurangi pengangguran di Kota Serang.
“Disnaker hanya mampu memberikan pelatihan kompetensi dan hingga job recrutment kurang dari seratus orang per tahun. Tentu, tidak akan cukup berdampak, dengan jumlah lulusan yang terus meningkat,” ucapnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi











