SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Serang menempati posisi paling tinggi se-Provinsi Banten. Hal itu menuai respons dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Abdul Kholik mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan pengangguran di Kabupaten Serang tinggi ialah banyaknya istri yang bekerja, sementara suaminya justru menganggur.
Menurutnya, apabila suami bekerja dan istri menjadi ibu rumah tangga pada saat sensus dilakukan, itu tidak akan masuk ke dalam data pengangguran karena telah ditanggung oleh suami.
Namun, apabila sebaliknya, maka pada saat disensus itu masuk kategori pengangguran.
“Fenomena istri yang bekerja dibandingkan suami banyak ditemukan di Kabupaten Serang, ini analisa saya saja, tapi saya pikir masuk akal juga. Soalnya, kalau perempuan bekerja dan lelaki tidak bekerja itu masuk pada sensus pengangguran, tapi kalau sebaliknya tidak akan masuk,” katanya, Minggu, 12 November 2023.
Ia mengaku, tidak mempermasalahkan mengenai apakah seorang istri bekerja atau tidak, melainkan ingin mengingatkan pada kodrat manita dan juga melihat asas manfaat dari hal tersebut.
Menurutnya, apabila suami yang bekerja dan istri menjadi ibu rumah tangga, tentunya dipastikan anak akan lebih terurus dan mendapatkan pembelajaran maksimal.
“Saya tidak melarang, tapi alangkah baiknya apabila istri yang di rumah dan suami bekerja, tentu kondisi keluarga dan anak akan lebih terurus. Apalagi pendidikan pertama untuk anak ialah seorang ibu, kalau sering ditinggal khawatir anak jadi tidak terurus,” ujarnya.
Mengenai banyak pengangguran di Kabupaten Serang, ia berharap agar investor yang masuk ke Kabupaten Serang, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dapat memprioritaskan untuk menyerap tenaga kerja dari warga Kabupaten Serang terutama untuk para kaum pria.
“Kalau ini dilakukan, tentu dampaknya akan sangat dahsyat, bukan hanya penurunan angka pengangguran tapi dahsyat juga pada sektor pembinaan dan pendidikan rumah tangga,” ucapnya.











