SERANG, RADARBANTEB.CO.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, zakat pada akhirnya menjadi bagian dari ekonomi umat. Zakat untuk kemaslahatan umat.
“Prinsip zakat dari umat, oleh umat, dan untuk umat,” ungkap Al Muktabar usai membuka Rapat Koordinasi Daerah Badan Amil Zakta Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Provinsi Banten 2023 di Hotel Le Dian, Kota Serang, Selasa 21 November 2023.
Menurut Al Muktabar, Baznas dan LAZ merupakan kelembagaan penghimpun dari semua partisipasi untuk disalurkan kembali kepada yang berhak menerimanya.
“Pemerintah Provinsi Banten memberikan apresiasi, memberikan penghargaan atas segenap kinerja yang selama ini sudah berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Dikatakan, bagian dari kebersamaan Pemprov Banten dengan Baznas dan LAZ, terkait dengan kemaslahatan umat terarah kepada berbagai agenda. Bersama dengan Pemerintah Daerah untuk langkah-langkah spesifik.
“Umpamanya menangani stunting, gizi buruk, kemiskinan ekstrem, dan berbagai bantuan yang bisa diberikan yang juga terakses pada dukungan internasional. Ini sangat baik dan penting,” papar Al Muktabar.
Menurutnya, potensi-potensi zakat di Provinsi Banten pasca pandemi Covid-19 semua sudah menuju normal, sudah menuju baik. Hal itu memungkinkan untuk umat Islam menunaikan kewajiban-kewajibannya.
“Kegiatan sosial dari kelembagaan kita harapkan menjadi bagian dari agenda kerja sumber kapital atau social capital dalam mendukung pembangunan, pemerintahan, dan kemasyarakatan,” ungkap Al Muktabar.
“Dari rakor ini mudah-mudahan akan ada agenda yang diformulasikan, tentu berbasis apa yang sudah dilakukan dan juga merencanakan apa yang akan dilakukan,” tambahnya.
Dijelaskan, Baznas dan LAZ merupakan amanat Undang-Undang. Pemprov Banten mendukung pembiayaan melalui hibah dalam rangka operasional dan kegiatan lain. Sebaliknya dengan agenda umat bersatu karena kewajibannya atau ingin bersedekah, kembali untuk hal-hal yang dibutuhkan oleh penerima manfaat dari masyarakat yang berhak menerimanya.
“Keterkaitan itu, saling sinergi,” pungkas Al Muktabar.
Dalam laporannya, Ketua Baznas Provinsi Banten Syibli Sarjaya mengatakan, rakor diikuti oleh 8 Baznas Kabupaten/Kota dan 11 LAZ dari 22 LAZ yang ada di Provinsi Banten.
Kata Syibli, Baznas Banten terus berupaya meningkatkan penghimpunan zakat di Banten dengan potensi Rp13 triliun per tahun.
“Potensi pendapatan zakat kita sangat besar, bisa mencapai Rp13 triliun, dan kita saat ini belum bisa memperolehnya secara maksimal baru nol koma persen,” kata Syibli.
Syibli menyebut bahwa masih sedikitnya perolehan zakat itu dimungkinkan karena banyak warga Banten yang menyalurkan zakat melalui lembaga resmi non pemerintah.
“Kita tidak ingin berpikir bahwa banyak warga Banten yang tidak membayar zakat, tapi kita berpikir bahwa banyak warga yang membayarkan zakat tapi tidak lewat lembaga resmi pemerintah,” sambungnya.
Ia mengungkapkan, saat ini perolehan Baznas Banten pada tahun 2023 ini mencapai Rp25 miliar. Angka itu sebentar lagi mencapai target yang telah ditentukan sebesar Rp26 miliar.
“Kami optimis bahwa target itu sebentar lagi akan tercapai, karena saat ini kita sudah mencapai Rp25 miliaran,” ungkapnya.
Syibli menuturkan, di tahun 2024 nanti target perolehan zakat naik lagi mencapai Rp32 miliar. Untuk mencapai target itu, pihaknya akan terus berupaya melakukan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat tentang pentingnya menyalurkan zakat kepada lembaga resmi.
“Insya Allah dengan sosialisasi kita ingin mengenalkan fungsi dari Baznas sebagai lembaga pemerintah non struktural yang bertugas untuk menghimpun dan menyalurkan zakat. Kita ada beberapa program seperti zakat to campus, zakat to company, dan lain-lainnya,” tuturnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











