SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memandang perlu untuk menjadikan program mitigasi bencana bagi masyarakat, sebagai hal yang tidak pernah berhenti.
Demikian dinyatakan Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana Dr Ir Udrekh ST., M.Sc, di sela acara Lokakarya Hasil Analisis Pengembangan Strategi PB di Kawasan Megathrust 5 Sumatera (Selat Sunda), Sosialisasi Hasil Kajian Risiko Bencana Tsunami di Wilayah Banten (IRDIP), dan Sosialisasi Disaster Knowledge Management System, di Hotel Aston, Anyer, Kabupaten Serang, Selasa, 28 November 2023.
Program yang terus menerus itu, kata Udrekh, akan membuat masyarakat semakin tinggi kesadaran mitigasi bencananya.
“Contohnya saja, kalau kita naik pesawat kan selalu diingatkan prosedur keselamatannya,” ujar Udrekh yang juga hadir sebagai perwakilan Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB.
Sejauh ini, Udrekh menilai tingkat kesadaran mitigasi masyarakat sudah semakin baik. Penilaian itu, dikatakan Udrekh, didapatkan dari hasil diskusi dengan para sejawat di BNPB dan juga BPBD di seluruh Indonesia.
“Kita harus terus fasilitasi masyarakat untuk terus senantiasa meningkatkan kesadaran mitigasi. Biar tidak lengah,” kata Udrekh.
Sementara dalam lokakarya tersebut mengemuka fokus utama pembahasan dalam tiga isu krusial yaitu pemahaman terhadap risiko bencana, perencanaan pembangunan berbasis kawasan megathrust, dan hasil pengetahuan melalui Disaster Knowledge Management System (DKMS), yang merupakan platform baru di BNPB.
Kegiatan ini bertujuan menyebarkan hasil kajian dan rekomendasi pengembangan strategi kepada pemerintah daerah.
Udrekh berharap, hasil kajian itu dapat diadopsi sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah demi mencapai ‘Zero Victim’ dalam menghadapi potensi risiko bencana.
Udrekh mengatakan, pada 2022, di bawah koordinasi Direktorat Pengembangan Strategi PB BNPB, telah dilaksanakan analisa pengembangan strategi PB di kawasan Banda Arc dan Molucca Sea.
“Dalam rangka pemenuhan Project Development Objective IDRIP BNPB, pada tahun 2023 lokasi analis diperluas ke lima kawasan megathrust tsunami di 17 kabupaten/kota,” jelas Udrekh.
Hasil analis dan rencana aksi, kata Udrekh, menjadi masukan RPB provinsi dan kabupaten/kota serta RPB desa.
“Untuk pengurangan resiko bencana tsunami menuju ketangguhan kabupaten/kota yang nantinya diintegrasikan ke perencanaan pembangunan daerah,” jelasnya.
Udrekh mengatakan, pada kegiatan ini juga akan disampaikan paparan hasil Kajian Risiko Bencana Tsunami Desa pada lokasi prioritas di Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.
“Sosialisasi KRB desanya yang secara pengelolaan dikawal oleh Direktorat PERB akan dilaksanakan penyerahan peta simbolik kepada penerima manfaat,” ujarnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor : Aas Arbi











