CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkot Cilegon terus mewaspadai penyakit zoonosis terutama rabies. Terlebih, Kota Cilegon menjadi kota perlintasan lalu lintas hewan dan produk hewan antara Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. Hal itu menjadikan wilayah dengan risiko tinggi tertular penyakit zoonosis.
Penyakit zoonosis merupakan penyakit yang menular dari manusia ke hewan atau sebaliknya.
Salah satu penyakit zoonosis prioritas yang masih mengancam kesehatan manusia adalah rabies, karena hingga saat ini di Provinsi Banten masih belum bebas rabies.
Untuk itu, upaya pencegahan dan pengendaliannya terus dilakukan oleh Pemerintah, salah satunya dengan memberikan sosialisasi melalui KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) Rabies kepada pemilik hewan pembawa rabies yang berlangsung di Aula DKPP Kota Cilegon, Selasa, 28 November 2023.
Petugas medik veteriner pada DKPP Kota Cilegon sekaligus narasumber KIE Rabies, Dina Safitri, menyampaikan bahwa terjadinya kasus rabies umumnya karena gigitan oleh hewan pembawa rabies seperti, anjing, kucing, dan kera.
“Untuk itu, jika hal itu terjadi harus segera dicuci lukanya dengan air sabun atau dicuci di bawah air mengalir, selanjutnya diberikan antiseptik dan secepatnya dibawa ke Puskesmas setempat untuk ditangani,” kata Dina.
Adanya laporan kasus gigitan tersebut, kata Dina, pihak Puskeswan Cilegon juga bakal mengobservasi hewan pembawa rabies itu selama 14 hari untuk mengetahui apakah hewan terpapar rabies atau tidak.
“Jika mati dari waktu 14 hari, itu ada indikasi hewan tersebut ada rabies. Namun sebaliknya, jika sehat harus segera divaksin rabies,” tutur Dina.
Untuk vaksinasi rabies, lanjut Dina, Puskeswan Cilegon masih menyediakan vaksinasi rabies gratis untuk masyarakat Cilegon yang dibuka setiap hari kerja.
“Makanya saya imbau masyarakat Cilegon untuk segera membawa hewan peliharaannya ke Puskeswan untuk mendapatkan vaksinasi rabies gratis,” himbaunya. (*)
Reporter: Rajudin
Editor: Agus Priwandono











