PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mendirikan Mina Agrowisata Bukit Sinyonya.
Pendirian Mina Agrowisata Bukit Sinyonya di Desa Bandung, Kecamatan Banja, Kabupaten Pandeglang, dengan memberdayakan pengangguran warga setempat.
Jumlah pemuda pengangguran yang diberdayakan pada awal pertama pendirian pada Februari 2023 sebanyak 22 orang.
Mina Agrowisata Bukit Sinyonya didirikan oleh pemuda pengangguran yang tergabung dalam Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata).
Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja, mengatakan bahwa Mina Agrowisata Bukit Sinyonya ini bukanlah miliknya.
“Ini tempat kami karena ini bukan tempat saya, tetapi tempat kami. Itu terdiri dari Pemerintah Desa, badan usaha milik desa, pengurus desa wisata, dan kelompok sadar wisata,” katanya kepada awak media yang secara perdana melakukan camping ground di Mina Agrowisata Bukit Sinyonya, Senin, 4 Desember 2023.
Wahyu menjelaskan, kenapa Mina Agrowisata Bukit Sinyonya karena di dalamnya memiliki 12 sektor pariwisata. Yaitu, Desa Wisata.
“Kami sengaja angkat nama Sinyonya karena Sinyonya ini merupakan ikan mas ikonik daripada Kabupaten Pandeglang khususnya dan umumnya Provinsi Banten yang ada di Kecamatan Banjar, Desa Bandung tentunya. Ikan mas Sinyonya ini adalah ikan mas peninggalan purbakala yang hampir punah yang tetap kita lestarikan keberadaannya,” katanya.
Dari nama itu, Kades Bandung menjelaskan, pihaknya angkat nama itu karena merupakan suatu potensi yang sangat luar biasa tentunya. Bisa diangkat menjadi sektor pariwisata.
‘Tugas yang mengangkat sektor pariwisata itu adalah kelompok sadar wisata. Kelompok sadar wisata namanya adalah Satya Patwa, alhamdulilah berdiri pada Februari 2023,” katanya.
Jumlah Pokdarwis sebanyak 22 pengurus yang terdiri dari para pengangguran yang ada di desa.
“Ini salah satu tujuan kami, bagaimana caranya mengangkat temen-temen, yang enggak kerja bisa mendapatkan kerjaan lah. Itu modal kami tempat kami bisa berdiri,” katanya.
Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan, perlu disampaikan dalam mendirikan Mina Agrowisata Bukit Sinyonya ini berjalan alot dalam kerja sama lahannya. Bagaimana caranya melobi pemilik lahan itu yang sangat luar biasa.
“Lahan ini bukan milik desa, lahan ini adalah milik perorangan, milik warga, ada warga desa tetangga, dan ada warga dari luar kota. Warga yang di luar kota itu ada yang di Jakarta dan di Bandung, di Cileunyi, dan sekaligus mereka juga menjadi investor,” katanya.
Bentuk investasinya menggunakan perjanjian kerja sama BUMDes dengan pihak ketiga. Di dalam surat perjanjian kerja sama yaitu selama 10 tahun, dan dapat diperpanjang kembali apabila diperlukan.
“Ya, itu sejarah singkat berdirinya Mina Agrowisata Bukit Sinyonya bisa sampai tercipta sekarang ini tidak semudah membalikan tangan. Sangat luar biasa sekali dari 22 Pokdarwis yang ada pengangguran, tetap akhirnya ada seleksi alam, dari 22 orang ke Jakarta lima orang,” katanya.
Sebanyak lima orang melancong karena memang terlalu lama menunggu tempat ini sampai bisa dibuka. Jadi pergilah ke Jakarta dan hal itu sudah biasa.
“Ahamdulillah sisa 17 Pokdarwis, ditambah lagi pengurus desa sadar wisata. Semuanya bisa berjalan dengan baik, dan dibangun hanya seadanya saja, semuanya dari alam yaitu dari bambu karena di kita melimpah,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











