SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Banten mencatat terdapat penurunan produksi padi di Provinsi Banten pada tahun 2023. Produksi padi menurun 6 sampai 7 persen dari tahun sebelumnya.
Kepala Distan Banten Agus M Tauchid mengatakan, ditahun 2023 ini produksi padi hanya sebanyak 1,6 juta ton GKG. Jumlah itu mengalami penurunan sebanyak 109,82 ribu ton GKG atau sebesar 6,14 persen dibandingkan produksi padi di tahun 2022 yang mencapai 1,79 juta ton GKG.
“Kami hari ini melakukan sebuah evaluasi bagaimana sih kondisi pangan khususnya pada tiga komoditas yakni jagung, beras dan kedelai. Berdasarkan rilis dari BPS tahun 2023, produksi padi secara nasional turun 6 sampai 7 persen termasuk di Banten,” kata Kadistan ditemui usai mengikuti rapat evaluasi pencapaian produksi tani di Hotel Aston, Kota Serang, Jumat 8 Desember 2023.
Kadistan menuturkan, terdapat beberapa penyebab menurunnya produksi padi di Banten pada tahun 2023 ini, diantaranya yakni menurunnya luas panen padi sebanyak 24,66 ribu hektare atau 7,31 persen dibandingkan luas panen padi pada tahun 2022 yang sebesar 337,24 hektare.
“Akibatnya, produksi padi menjadi beras juga mengalami penurunan sekitar 62,54 ribu ton atau 6,14 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 1,02 juta ton,” tuturnya.
Selain itu, terdapat faktor utama yang menjadi biang kerok menurunnya produksi padi dan beras di Banten yakni fenomena bencana kekeringan yang disebabkan oleh El Nino.
El Nino itu telah menyebabkan krisis air di sejumlah daerah bahkan menyebabkan ribuan hektare sawah menjadi puso atau gagal panen.
“Kata kunci kita ada faktor air, air sebagai sumber kehidupan sangat berpengaruh terhadap pertanian. Dan di Banten pada beberapa bulan terakhir ini faktor air sangatlah rendah,” ucapnya.
Berkurangnya hasil panen disebut telah menyebabkan tingginya harga beras saat ini. Walaupun begitu, kata Agus, tingginya harga beras diiringi oleh tingginya kualitas dari beras itu sendiri.
Sebab, cuaca kemarau membuat tanaman padi berfotosintesis dengan baik, sehingga menghasilkan beras yang berkualitas. Dirinya pun menyatakan bahwa stok kebutuhan pangan warga Banten saat ini masih aman hingga momentum libur natal dan tahun baru.
“Walaupun ada penurunan produksi, namun produksi padi di Banten ini tetap berada di tingkat 8 besar produksi padi se- Indonesia. Pemerintah juga terus berupaya untuk mencegah naiknya inflasi yang dapat berpengaruh terhadap naiknya harga kebutuhan pokok,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Aas Arbi











