• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Utama

Produksi Padi di Banten Tahun Ini Menurun, Ini Biang Keroknya

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Sabtu, 9 Desember 2023 08:30
in Utama
Produksi Padi di Banten Tahun Ini Menurun, Ini Biang Keroknya

Kadistan Banten Agus M Tauchid dalam rapat evaluasi pencapaian produksi tani di Hotel Aston, Kota Serang, Jumat 8 Desember 2023. (Yusuf)

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Banten mencatat terdapat penurunan produksi padi di Provinsi Banten pada tahun 2023. Produksi padi menurun 6 sampai 7 persen dari tahun sebelumnya.

Kepala Distan Banten Agus M Tauchid mengatakan, ditahun 2023 ini produksi padi hanya sebanyak 1,6 juta ton GKG. Jumlah itu mengalami penurunan sebanyak 109,82 ribu ton GKG atau sebesar 6,14 persen dibandingkan produksi padi di tahun 2022 yang mencapai 1,79 juta ton GKG.

RelatedPosts

Pada Mulanya, Provinsi Banten

26 Tahun Mencari Format Pusat–Daerah: Menjaga Nafas Desentralisasi di Banten

Rabu, 7 Oktober 2026 17:49
Penusukan di Cilegon

Pria di Cilegon Jadi Korban Penusukan Saat Sedang Tidur di Bengkel

Rabu, 7 Oktober 2026 14:01
Kebakaran Pengadilan Tinggi Agama Banten

Kebakaran Hebat Melanda Pengadilan Tinggi Agama Banten, Satu Pegawai Terjebak Kobaran Api

Rabu, 7 Oktober 2026 13:39
Kuliah Kansas (Seri 1)

Kuliah Kansas (Seri 1)

Rabu, 7 Oktober 2026 13:13

“Kami hari ini melakukan sebuah evaluasi bagaimana sih kondisi pangan khususnya pada tiga komoditas yakni jagung, beras dan kedelai. Berdasarkan rilis dari BPS tahun 2023, produksi padi secara nasional turun 6 sampai 7 persen termasuk di Banten,” kata Kadistan ditemui usai mengikuti rapat evaluasi pencapaian produksi tani di Hotel Aston, Kota Serang, Jumat 8 Desember 2023.

Kadistan menuturkan, terdapat beberapa penyebab menurunnya produksi padi di Banten pada tahun 2023 ini, diantaranya yakni menurunnya luas panen padi sebanyak 24,66 ribu hektare atau 7,31 persen dibandingkan luas panen padi pada tahun 2022 yang sebesar 337,24 hektare.

“Akibatnya, produksi padi menjadi beras juga mengalami penurunan sekitar 62,54 ribu ton atau 6,14 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 1,02 juta ton,” tuturnya.

Selain itu, terdapat faktor utama yang menjadi biang kerok menurunnya produksi padi dan beras di Banten yakni fenomena bencana kekeringan yang disebabkan oleh El Nino.

El Nino itu telah menyebabkan krisis air di sejumlah daerah bahkan menyebabkan ribuan hektare sawah menjadi puso atau gagal panen.

“Kata kunci kita ada faktor air, air sebagai sumber kehidupan sangat berpengaruh terhadap pertanian. Dan di Banten pada beberapa bulan terakhir ini faktor air sangatlah rendah,” ucapnya.

Berkurangnya hasil panen disebut telah menyebabkan tingginya harga beras saat ini. Walaupun begitu, kata Agus, tingginya harga beras diiringi oleh tingginya kualitas dari beras itu sendiri.

Sebab, cuaca kemarau membuat tanaman padi berfotosintesis dengan baik, sehingga menghasilkan beras yang berkualitas. Dirinya pun menyatakan bahwa stok kebutuhan pangan warga Banten saat ini masih aman hingga momentum libur natal dan tahun baru.

“Walaupun ada penurunan produksi, namun produksi padi di Banten ini tetap berada di tingkat 8 besar produksi padi se- Indonesia. Pemerintah juga terus berupaya untuk mencegah naiknya inflasi yang dapat berpengaruh terhadap naiknya harga kebutuhan pokok,” pungkasnya.

Reporter : Yusuf Permana
Editor : Aas Arbi

Tags: bencana kekeringanDistan Bantenel ninoHarga Berasharga kenutuhan pokokInflasiKemaraupertanianProduksi BerasProduksi Padi
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pembangunan Hampton Square Manhattan District Dimulai, Berikut Keistimewaannya

Next Post

Kodim Cilegon Gelar Apel Siaga Bencana

Next Post
Kodim Cilegon Gelar Apel Siaga Bencana

Kodim Cilegon Gelar Apel Siaga Bencana

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

Rabu, 7 Oktober 2026 06:30
Stasiun Cipocok Jaya Berpotensi Kembali Beroperasi Seiring Elektrifikasi Rangkasbitung-Merak

Stasiun Cipocok Jaya Berpotensi Kembali Beroperasi Seiring Elektrifikasi Rangkasbitung-Merak

Minggu, 4 Oktober 2026 10:33
Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 09:16
Kapolda Banten Hendra Kurniawan

Jabat Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan Harapkan Dukungan Semua Pihak

Selasa, 6 Oktober 2026 11:15
Kebakaran Pengadilan Tinggi Agama Banten

Kebakaran Hebat Melanda Pengadilan Tinggi Agama Banten, Satu Pegawai Terjebak Kobaran Api

Rabu, 7 Oktober 2026 13:39
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Perlintasan Kereta

Perlintasan Kereta Cisauk hingga Tigaraksa Mulai Dipasangi Rambu Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 16:20

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Alat Pemantau Udara di Cilegon Rusak, Anggaran Perawatan Hanya Rp 5 Juta per Tahun

Alat Pemantau Udara di Cilegon Rusak, Anggaran Perawatan Hanya Rp 5 Juta per Tahun

by Adam Fadillah
Rabu, 7 Oktober 2026 18:16
0

Alat pemantau kualitas udara di Simpang PCI, Kota Cilegon yang tengah mengalami kerusakan.

Waspadai Bencana di Musim Penghujan

DPRD Lebak Minta BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Penghujan

by Nurabidin
Rabu, 7 Oktober 2026 18:09
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – DPRD Kabupaten Lebak meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.