SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat inflasi year on year (y-on-y) pada Januari 2026 menyentuh angka 3,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,16. Tren kenaikan ini mulai diwaspadai seiring memasuki momentum bulan suci Ramadan.
Berdasarkan data wilayah, Kota Serang mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 4,04 persen, sementara Kabupaten Pandeglang menjadi yang terendah dengan angka 3,04 persen.
Kepala Disperindag Banten, Iwan Hermawan, mengungkapkan bahwa pemicu inflasi di Banten saat ini mulai bergeser. Tidak hanya disebabkan oleh komoditas pangan seperti cabai, namun juga dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat di daerah industri.
“Ada daerah yang inflasinya tinggi bukan semata karena cabai atau bawang. Di Cilegon, misalnya, geliat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi mendorong peningkatan konsumsi barang dan jasa, bahkan kosmetik ikut menyumbang inflasi,” ujar Iwan, Senin 23 Februari 2026.
Tantangan Stabilitas Ekonomi Ramadan
Meski sektor non-pangan ikut berpengaruh, perhatian utama menjelang lebaran tetap tertuju pada kebutuhan pokok seperti:
* Beras
* Minyak Goreng
* Gula Pasir
* Telur dan Daging
Pemprov Banten menilai Ramadan 2026 sebagai ujian stabilitas ekonomi daerah. Pemerintah berkomitmen menjaga agar tradisi peningkatan konsumsi tidak berubah menjadi tekanan inflasi yang merugikan daya beli masyarakat.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











