SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Pengamat Politik dan Kebijakan Publik di Banten Ahmad Sururi menyebut bahwa ulama memiliki peran yang sangat penting pada kontestasi Pemilu 2024. Namun, ulama juga jangan dijadikan oleh alat politik.
Sururi tidak memungkiri ulama juga jadi daya tarik untuk meraup dukungan oleh para pasangan calon (paslon) dan tim capres-cawapres. Meskin demikian, ulama sebagai tokoh agama yang dipercaya oleh masyarakat harus dijaga dengan baik.
“Ulama itu kan sebagai panutan masyarakat yang punya pengetahuan yang luas perihal agama, sehingga ulama punya peran penting terlepas dari jemaahnya yang banyak. Dan marwah ulama ini yang perlu kita jaga, jangan sampai dijadikan alat politik,” ujar Sururi kepada Radar Banten, Minggu 10 Desember 2023.
Sururi mengatakan, pola kampanye dari tim capres-cawapres saat ini masih sama seperti Pemilu 2019 yakni saling berlomba-lomba mencari perhatian para ulama.
Ia pun membahas tentang kunjungan cawapres) dari Koalisi Indonesia Maju yakni Gibran Rakabuming Raka ke salah satu tokoh ulama di Kabupaten Pandeglang. Menurutnya, kunjungan itu juga bisa diartikan untuk menarik dukungan dari ulama.
“Kemarin Gibran datang ke Abuya Muhtadi, tapi Abuya tetap dukung Ganjar. Nah ini tidak terlepas dari stories yang memang dekat dengan penguasa yaitu PDIP. Maka tidak heran jika arah dukungannya ke sama,” ucapnya.
Dosen Univesitas Serang Raya (Unsera) ini menuturkan, bahwa yang perlu dihindari pada Pemilu 2024 ialah polarisasi agama. Pemilu sebagai pesta demokrasi lima tahunan harus disambut dengan bahagia, dengan tidak adanya perpecahan di masyarakat.
Peran ulama pun penting dalam hal tersebut, ulama sebagai sosok yang sangat diperhitungkan di masyarakat harus dapat mengedukasi dan mengajak warga untuk menciptakan pemilu damai.
“Kita memang tidak bisa membatasi ulama untuk berbicara dukungan ke paslon, tapi yang kita harapkan para ulama bisa bersikap netral dan para tim kampanye juga tidak membuat polarisasi yang menjual ulama juga simbol-simbol agama. Simbol-simbol agama, dan kampanye hitam harus dihilangkan guna menjaga marwah ulama khususnya di Banten,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Aas Arbi











