PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Progres pekerjaan proyek pelandaian Tanjakan Bangangah tepatnya di ruas jalan Mengger-Caringin, Kabupaten Pandeglang sudah mencapai 90 persen. Proyek pelandaian Tanjakan Bangangah dilaksanakan oleh Dinas PUPR Provinsi Banten melalui Kontraktor Pelaksana PT Bangun Azima Cipta Mandiri.
Proyek pelandaian Tanjakan Bangangah kurang lebih sepanjang 700 meter dengan titik pengerjaan antara Kampung Baru, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi dan Kampung Lebak Situ, Desa Banjawarngi, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang.
Pelandaian dilakukan karena memang Tanjakan Bangangah merupakan salah satu tanjakan ekstrim yang menyebabkan rawan terjadinya kecelakaan akibat kendaraan tidak dapat menanjak dan hilang kendali saat melintasi jalanan menurun.
Menurut Kontraktor Pelaksana PT Bangun Azima Cipta Mandiri Sony, progres pekerjaan konstruksi sudah mencapai 90 persen karena memang terus dikebut.
“Saat ini untuk pengerjaan tinggal 100 meter lagi. Dengan penanganan pengerjaannya ada tanah, dan pengecoran badan jalan Tanjakan Bangangah,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 16 Desember 2023.
Kalau untuk target pengerjaan, Sony menegaskan, insyaallah masih tetap di awal tahun sudah bisa di buka akses jalan Mengger-Caringin. Jadi sudah bisa dilalui kendaraan.
“Kita optimis karena memang dilaksanaan pengerjaan dikebut siang dan malam. Jadi terus bekerja selama 24 jam,” katanya.
Ketika ditanya kendala apa dihadapi dalam pengerjaan proyek Tanjakan Bangangah, Sony menjelaskan, kendala yang dihadapi itu adanya batu. Batunya itu besar-besar.
“Jadi kemarin itu sempat selama dua Minggu itu hanya mecahin satu batu saja. Dengan dua alat berat Decker baru pecah,” katanya.
Waktu pelaksanaan memecahkan batu itu juga sudah dikerjakan secara maksimal. Dimaksimalin siang malam.
“Kondisinya di sini kan gunung jadi luar biasa batunya. Kendalanya di situ,” katanya.
Konsultan Pengawas Esa Sakti Consultant Wisnu Masito menyatakan, hasil peninjauan dari dari sisi kualitas bagus.
“Kita melaksanakan semua sesuai prosedur. Hari ini kita ngecor juga kita selam kemudian ambil sampel untuk kita uji lab,” katanya.
Kebetulan, pihaknya sudah punya alat penguji tes beton. Dimana alatnya alatnya juga dibawa ke lokasi proyek.
“Jadi alatnya ada yag masing-masing sampel uji lab ada yang tujuh hari, 14 hari, 28 hari. Jadi Alhamdulillah semua ini masuk, meskipun pengerjaan ini 24 jam siang malam,” katanya.
Pengerjaan dilakukan siang malam karena yang dimasalahkan tadi yang tak terduga ternyata di dalamnya itu batu semua. Jadi alat-alat berat sebanyak ini 80 persen untuk ngurusi batu saja, bukan struktur utamanya.
“Sebetulnya ringan tapi karena di dalamnya itu ternyata baru segede meja-meja, sehingga kita agak kesulitan untuk gali batunya aja. Alhamdulillah ini sudah habis tinggal finishing gali batunya, kemudian akan kita kebut ngecornya insyaallah masih sesuai schedule (jadwal),” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak











